Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pangkas Rantai Distribusi, Koperasi Merah Putih Balikpapan Bakal Pasok Bahan Baku Antar-Pulau  

Dina Angelina • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:15 WIB
Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Graha Indah Balikpapan yang sudah rampung pembangunannya. (ANGGI PRADITHA/KP)
Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih di Graha Indah Balikpapan yang sudah rampung pembangunannya. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

​BALIKPAPAN – Jaringan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan diproyeksikan menjalin kerja sama bisnis langsung dengan koperasi di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Strategi ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi komoditas luar daerah, termasuk pasokan gula aren untuk tren bisnis kafe yang kian menjamur di Kota Minyak.

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) menyebutkan, unit usaha koperasi kelurahan merah putih (KKMP) berkaitan dengan penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Terutama barang-barang subsidi dari pemerintah pusat.

Saat ini terdapat tiga KKMP yang paling lancar dalam operasional. Seperti Graha Indah, Manggar, dan Sungai Nangka. “Mereka bisa menjual beras SPHP 37,4 ton per tiga bulan,” kata Kepala DKUMKMP Heruressandy Setia.

Baca Juga: Kejar Target 20 Gerai KKMP, Pemkot Balikpapan Lirik Lahan Aset Pemerintah hingga BUMN  

Dia berharap, cara ini bisa mendukung penyaluran barang subsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Koperasi Merah Putih nantinya menjadi penyalur resmi barang subsidi pemerintah,” sebutnya. Mulai dari sembako seperti beras, tepung, minyak, gula, telur, sampai LPG 3 kilogram.

Sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga sesuai ketentuan subsidi yang diatur pemerintah. Bukan harga eceran tinggi seperti di luar. Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga.

Itu menjadi tanggung jawab pengurus Koperasi Merah Putih. Selain kebutuhan pokok, nantinya juga bisa mengembangkan usaha lain. Seperti klinik, apotek, maupun potensi unggulan lain yang ada di masing-masing kelurahan.

Misalnya masyarakat ingin berobat atau membutuhkan layanan kesehatan di luar puskesmas. Mungkin nantinya bisa mudah memanfaatkan layanan kesehatan klinik yang dikelola KKMP.

Dia mengakui ada gerai yang memiliki lokasi strategis dan sebaliknya pada area yang kurang strategis. Namun harapannya tempat-tempat itu nantinya bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru.

Baca Juga: PMK hingga Antraks Diwaspadai Jelang Iduladha di Kaltim

Misal Koperasi Merah Putih mengadakan berbagai event agar daerah tersebut menjadi pusat keramaian baru. “Jadi aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi tersebar di masing-masing kelurahan,” sebutnya.

Heru menekankan keberhasilan koperasi sangat bergantung pada keaktifan pengurus koperasi. Saat ini produk koperasi masih terkait tujuh sektor utama dulu. Selebihnya berkembang sesuai potensi di daerah masing-masing.

“Misalnya makanan beku, cold storage skala kecil, atau usaha lain sesuai kebutuhan daerahnya,” imbuhnya. Sedangkan potensi jangka panjang, mereka bisa bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Contohnya, Balikpapan memiliki usaha kafe yang menjamur dan butuh bahan gula aren. Mereka bisa mengambil pasokan dari Koperasi Merah Putih di Jawa, Sulawesi, atau Sumatera untuk masuk ke Balikpapan.

Sehingga ada hubungan bisnis langsung antar Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Itu dapat membuat harga lebih terjaga karena rantai distribusinya lebih pendek tanpa banyak perantara.

“Koperasi Merah Putih punya jaringan luas dan mitra kerja sama, baik dengan BUMN, swasta, maupun sesama koperasi di daerah lain,” tuturnya. Barang dari luar tetap bisa terjangkau dengan harga lebih ringan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#KKMP Balikpapan #Koperasi Merah Putih #Heruressandy Setia Kesuma #kerja sama