Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terbongkar!!! Dua WNA Coba Selundupkan Narkoba ke Balikpapan, Begini Kronologinya

M Ibrahim • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:35 WIB
NARKOBA: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama pejabat terkait memaparkan penyelundupan narkoba jaringan Internasional.
NARKOBA: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama pejabat terkait memaparkan penyelundupan narkoba jaringan Internasional.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ditreskoba Polda Kaltim bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Dari pengungkapan itu, penyidik mengamankan dua warga negara asing (WNA), perempuan inisial S asal Malaysia dan WF asal Belanda. Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengungkapan kasus itu merupakan hasil kolaborasi intensif antara kepolisian dan Bea Cukai.

“Keberhasilan pengungkapan perkara ini adalah hasil komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Polda Kaltim dengan Bea Cukai serta seluruh stakeholder terkait,” jelasnya.

Baca Juga: Polda Kaltim Tebar 140 Hewan Kurban, Daging Dibagikan ke Warga hingga Panti Asuhan

Rilis kasus dihadiri pula Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim Bagus Nugroho Tamtomo Putro, GM PT Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Winaya Mahdar, perwakilan BPOM, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kasus tersebut bermula dari informasi awal yang diperoleh petugas Bea Cukai terkait adanya pergerakan mencurigakan pengiriman narkotika dari luar negeri menuju Balikpapan.

Berdasarkan informasi itu, Subdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim yang dipimpin AKBP Agus kemudian melakukan penyelidikan bersama tim Bea Cukai.

Pada 22 April 2026, petugas mengamankan iisial S sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dari Kuala Lumpur, Malaysia. “Aktivitasnya sudah kami pantau sejak awal hingga akhirnya berhasil diamankan tim gabungan,” ungkapnya.

Baca Juga: Menengok Perjalanan "Miliar", Sapi Kurban Presiden untuk Samarinda, Ternyata Hasil Breeding Peternak Lokal

Saat tiba, pelaku dilakukan penggeledahan ternyata ditubuhnya ditemukan korset yang dimodifikasi untuk menyimpan sabu. “Dari pengakuan pelaku, sabu didapat dari seorang rekannya di Malaysia berinisial Y melalui pertemuan langsung,” jelasnya.

Pelaku S diketahui sempat menginap di sebuah hotel di Balikpapan dan bertemu dengan seseorang berinisial G sebelum akhirnya diamankan petugas.

Selain menangkap S, polisi juga mengungkap pengiriman paket berisi ekstasi yang disamarkan di dalam kemasan kopi, deodorant, dan sejumlah barang lainnya.

“Modusnya disatukan dengan kemasan kopi dan barang kebutuhan sehari-hari agar tidak menimbulkan kecurigaan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ekstasi ditemukan tersembunyi di dalam bungkus kopi,” kata Romylus.

Dalam pengembangan kasus, petugas kemudian menangkap seorang WNA Belanda berinisial WF yang diduga berperan sebagai pengendali jaringan tersebut.

Menurut Romylus, paket narkotika itu diambil oleh seorang perempuan yang memiliki hubungan keluarga dengan WF. “Perempuan yang mengambil paket tersebut merupakan anak angkat dari pelaku WF. Dia diperintahkan untuk mengambil paket yang sudah dikirim,” bebernya.

Polisi menyita lebih dari 1.000 butir ekstasi dengan kandungan zat aktif yang disebut lebih kuat dibandingkan ekstasi pada umumnya.

Baca Juga: Tips Empukkan Daging Sapi dalam Hitungan Menit, Ternyata Bisa Pakai Satu Bahan Ini!

“Bentuknya berbeda dan kandungannya sekitar 54 persen lebih kuat dibandingkan ekstasi yang beredar biasa. Kami menduga barang ini akan diproduksi atau diracik ulang,” terangnya.

Polda Kaltim saat ini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan internasional lain yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk lokasi lain yang diduga digunakan sebagai tempat peracikan narkotika.

“Meskipun tersangka mengaku barang itu untuk konsumsi pribadi, kami tidak begitu saja percaya. Kasus ini masih terus kami kembangkan,” imbuhnya.

Kapolda menyebut, menyusul terungkap kasus narkoba yang diduga melibatkan jaringan internasional antar negara di Kota Balikpapan, maka pihaknya akan memperketat pengawasan Jalur Internasional.

Baca Juga:   Perumda Tirta Kencana Jaga Layanan Air Bersih saat Iduladha, Ingatkan Warga Tak Buang Sampah Kurban ke Sungai

Hasil tindakan yang dilakukan aparat ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan terhadap jalur distribusi internasional yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.

“Saat ini kita sudah memperoleh hasil tindakan berkaitan dengan pengiriman langsung dari Kuala Lumpur dan Jerman ke Indonesia. Tentunya ini menjadi perhatian serius karena jalur pendekatan internasional sering digunakan sebagai jalur distribusi maupun komputasi jaringan,”  papar Endar.

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap barang-barang mencurigakan maupun paket yang dinilai tidak lazim.

“Hal-hal yang mencurigakan, barang yang tidak familiar, barang yang tidak biasa, tentunya harus terus kita awasi ke depan. Saya yakin mungkin masih ada yang lolos, tetapi kami akan lebih intensif melakukan pengawasan terhadap hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, langkah penindakan dan pengawasan tersebut diharapkan mampu memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan lintas negara. “Semoga apa yang kita lakukan ini dapat berdampak kepada para pelaku agar tidak lagi melakukan tindakan serupa,” ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekstasi Balikpapan #polda kaltim #narkoba balikpapan #penyelundupan sabu #jaringan narkoba internasional