Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balita 2 Tahun di Balikpapan Terseret Arus Parit Saat Hujan Deras, Ditemukan Tak Bernyawa 40 Menit Kemudian

Thomas Priyandoko • Senin, 1 Juni 2026 | 07:09 WIB
Korban saat dievakuasi setelah ditemukan tak bernyawa. (Ist)
Korban saat dievakuasi setelah ditemukan tak bernyawa. (Ist)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Seorang balita berinisial KN, 2 tahun, meninggal dunia setelah diduga terseret arus parit saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Minggu (31/5/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Mangga 5, Kelurahan Manggar. Saat kejadian, debit air di saluran drainase meningkat akibat hujan yang turun cukup deras sejak pagi.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen menjelaskan, korban awalnya bermain di halaman depan rumah sekitar pukul 10.00 WITA.

Baca Juga: e-Walk dan Pentacity Balikpapan Perkuat Daya Tarik dengan Promo Belanja, Ini Tenant Baru yang Dihadirkan

Pada waktu yang sama, ibu korban sedang mengganti popok adik KN di dalam rumah.

“Korban diketahui masih bermain di halaman depan rumah. Beberapa saat kemudian, ibunya tidak lagi melihat korban berada di sekitar rumah,” ujar AKP Chusen.

Menyadari anaknya hilang, keluarga segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah. Upaya pencarian semakin mengarah ke saluran drainase setelah ditemukan sepasang sandal milik korban di dekat parit yang berada di depan rumah.

Kondisi arus yang cukup deras membuat keluarga menduga korban terjatuh ke dalam parit dan terseret aliran air.

Baca Juga: Sektor Nonmigas Selamatkan Neraca Perdagangan Balikpapan, Surplus Capai 278,52 Juta Dolar

Keluarga kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menyisir jalur drainase yang mengarah ke kawasan Selili.

Sekitar 40 menit setelah pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan di bawah sebuah jembatan di kawasan Selili RT 100. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal korban diduga terjatuh.

“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban memang sedang bermain di sekitar halaman depan rumah,” lanjut AKP Chusen.

Setelah ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga bersama keluarga langsung mengevakuasi KN ke RS Medika Manggar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Saat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat, korban dalam kondisi tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak ditemukan denyut nadi. Pada pukul 11.00 WITA korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat musim hujan. Saluran drainase dan parit yang mengalami peningkatan debit air dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan, terutama bagi balita yang sedang bermain di sekitar rumah.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#bali tewas terseret air parit #hujan #Peristiwa #balikpapan