KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Balai Kota pada Senin (1/6). Dalam momen tersebut, ia mengungkapkan bahwa legislatif tengah menyusun perda khusus untuk menyatukan umat beragama di Balikpapan.
Yono mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen saling menjaga kedamaian dan keharmonisan. Terlebih Balikpapan turut menjadi miniatur Indonesia dengan masyarakat beragam suku, budaya, dan agama.
“Momentum ini penting dan reminder bagi pemikiran kita untuk saling menguatkan, sinergi, gotong royong menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya kepada awak media.
Kini, DPRD Balikpapan mendorong salah satu perda khusus yang dapat memperkuat persatuan seluruh agama di Balikpapan. Ini berdasarkan audiensi bersama stakeholder perwakilan dari seluruh agama.
Baca Juga: Ekonomi Global Memanas, AS Bom Iran, Harga Minyak Dunia Melejit di Atas 3 Persen
“Keinginan seluruh para tokoh-tokoh agama yang ada di Balikpapan membuat perda khusus untuk bisa semakin menyatukan umat. Jadi ada wadahnya,” sebutnya. Saat ini penyusunan masih berproses.
Targetnya dalam perda nanti bisa saling menghormati dan saling menjaga ketika ada hari-hari besar agama. “Masyarakat bisa saling memberikan toleransi kepada seluruh umat,” tuturnya.
Teknisnya akan tertuang dalam pasal-pasal di perda tersebut. Supaya kerukunan warga semakin terjaga. “Kekuatan kota Balikpapan adalah mempersatukan semua suku dan agama,” imbuhnya.
Melihat karakteristik masyarakat Balikpapan yang heterogen. Semua umat dari suku, budaya, dan agama yang berbeda bisa bersatu di Kota Minyak. “Semoga masyarakat bisa semakin nyaman,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo