BALIKPAPAN - Merespons keresahan warga terkait isu begal yang dipastikan hoax oleh Polresta Balikpapan, Wali Kota Rahmad Mas’ud meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.
Sebagai antisipasi, Rahmad menginstruksikan ketua RT memperketat pengawasan dan mendata pendatang baru di wilayah masing-masing. Apalagi Balikpapan merupakan kota transit, pendatang banyak masuk dan keluar.
Sehingga penting untuk mendata setiap pergerakan pendatang. “Saya ingatkan kepada RT, kalau ada pendatang minimal 2x24 jam mereka harus melapor dan memberikan data,” katanya.
Baca Juga: Kutim Belum Terima Dana Kurang Salur, Pimpinan Dewan Minta Program Nonprioritas Antre
Menurutnya, data ini penting untuk mengantisipasi jika terdapat kasus atau kejadian. Jika ada laporan tinggal dan berdomisili sementara dapat mempermudah dan mencegah tindak kriminal di Balikpapan.
Tak hanya kepada ketua RT, Rahmad menegaskan hal serupa kepada LPM hingga tokoh masyarakat. “Mereka garda terdepan sebagai telinga dan mata pemerintah yang terdekat dengan masyarakat,” sebutnya.
Selanjutnya mereka yang akan menyebarkan informasi pemerintah kepada masyarakat. Terutama berperan mengajak semua pihak bersama menjaga kondusifitas kota.
Sebelumnya ramai isu begal di media sosial. Ada beberapa lokasi yang dianggap rawan begal. Salah satunya kawasan Jalan Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Padel Dapat Lampu Hijau, KONI Kabupaten Kota Diminta Lakukan Pembinaan
Berdasarkan unggahan netizen, ada yang merasa diikuti saat berkendara di larut malam. Atas keresahan ini, warga sampai membentuk komunitas yang sukarela membantu mengawal di jalan. (*)
Editor : Sukri Sikki