BALIKPAPAN - Harga tiket pesawat domestik di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terpantau masih tinggi pasca-Idulfitri 2026. Lonjakan harga yang menyentuh angka Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk rute favorit seperti Jakarta dan Surabaya.
Hal ini dipicu dampak situasi geopolitik dunia terhadap harga bahan bakar minyak (BBM). Belum lagi pemerintah tidak memberikan subsidi dan stimulus potongan harga tiket seperti penerbangan di masa Lebaran.
Kini untuk penerbangan internasional terlihat memiliki penumpang yang lebih stabil. Baik penerbangan Royal Brunei rute BPN - BWN dan Malaysia Airline rute BPN - KUL.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Iwan Winaya Muhdar mengatakan, kondisi penerbangan internasional cenderung stabil dipengaruhi berbagai faktor. Pertama, kebijakan dari flight carrier yang bekerja sama dengan penyedia BBM negara masing-masing.
“Mereka sepakat tidak menaikkan harga Avtur dan kondisi maskapai yang tidak refuelling di Balikpapan,” ujarnya. Kedua, terdapat kesepakatan berjangka waktu yg mengunci harga Avtur.
Baca Juga: Persiapan Upacara HUT Ke-81 RI Balikpapan, Jumlah Undangan Bakal Dipangkas demi Hemat Anggaran
Sehingga maskapai internasional tidak terpengaruh situasi geopolitik. “Royal Brunei tidak ada lonjakan dan relatif stabil. Sementara untuk Malaysia terpengaruh trafik musiman seperti rute umrah,” bebernya.
Misalnya Royal Brunei yang mengangkut 1.365 penumpang selama April 2026. Kemudian Mei 2026 tercatat melayani 1.665 penumpang. Total 9 kali penerbangan PP dalam sebulan dari Balikpapan menuju Bandar Sri Begawan.
Baca Juga: Program Rp 250 Juta per RT Jadi Sorotan DPRD, Pemkab Kutim Beri Penjelasan
Tak menutup kemungkinan, harga tiket pesawat domestik dan mancanegara yang beda tipis membuat penumpang melirik penerbangan internasional. Ini bisa menjadi opsi dalam menyusun rencana libur sekolah dua pekan mendatang. (*)
Editor : Sukri Sikki