Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kodam VI/Mulawarman dan Satsiber TNI Perkuat Sinergi Pentahelix untuk Bangun Kedaulatan Siber Nasional

Romdani. • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:57 WIB
Brigjen Andy Setiawan (kanan) memberikan cendera mata kepada Brigjen JO Sembiring. 
Brigjen Andy Setiawan (kanan) memberikan cendera mata kepada Brigjen JO Sembiring. 

KALTIMPOST.ID-Kodam VI/Mulawarman bersama Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Forum Augmentasi Siber bertajuk Sinergi Pentahelix dalam Rangka Membangun Kedaulatan di Ruang Siber yang digelar di Aula Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan itu dibuka Kasdam VI/Mulawarman Brigjen Andy Setiawan mewakili Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono. Hadir pula Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Dansatsiber TNI Brigjen JO Sembiring, serta sejumlah pejabat pemerintah, akademisi, pelaku industri teknologi, komunitas siber, dan insan media.

Sebanyak 183 peserta mengikuti forum tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Pemerintah Provinsi Kaltim, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas keamanan siber, guru, pelajar, wartawan, hingga pegiat media sosial.

Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Kasdam, ditegaskan bahwa ancaman siber kini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. 

Baca Juga: Resmi Jadi Anggota KONI Kaltim, IBCA MMA Siap Cetak Atlet dan Kekuatan Baru di Kaltim

Serangan siber, pencurian data, penyebaran hoaks, hingga gangguan terhadap infrastruktur kritis nasional dinilai dapat memengaruhi stabilitas negara jika tidak ditangani secara terpadu.

“Pertahanan siber tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan agar keamanan ruang digital nasional tetap terjaga,” ujar Kasdam.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menghadirkan peluang sekaligus risiko. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kedaulatan Indonesia di ruang digital.

JO Sembiring menambahkan, ancaman digital saat ini semakin kompleks dan tidak mengenal batas wilayah. Kondisi tersebut menuntut adanya kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media melalui pendekatan pentahelix.

Ia menilai kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem keamanan siber yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan kapasitas nasional dalam menghadapi transformasi digital.

Forum tersebut menghasilkan enam poin strategis untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Pertama, akselerasi kesadaran siber melalui kolaborasi antara Satsiber TNI, akademisi, dan masyarakat guna meningkatkan akses pembelajaran terhadap kasus-kasus siber riil serta mendorong pembentukan Center of Excellence di perguruan tinggi.

Baca Juga: Lansia di Samboja Barat Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Mahasiswa Rekayasa Keselamatan ITK Gelar Safety For Humanity

Kedua, standardisasi kompetensi melalui sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi dosen dan mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri dan peta okupasi nasional keamanan siber.

Ketiga, penguatan kemampuan menghadapi ancaman perang kognitif dan dampak negatif kecerdasan buatan (AI) dengan tetap menerapkan prinsip human-in-the-loop agar keputusan strategis tetap berada di tangan manusia.

Keempat, percepatan regulasi untuk menghadapi kejahatan siber yang terus berkembang, termasuk peningkatan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dokumen digital dan potensi kebocoran data strategis.

Kelima, perluasan partisipasi kelompok disabilitas melalui kompetisi siber Rise the Ranger 2026 agar seluruh potensi masyarakat dapat berkontribusi dalam penguatan pertahanan siber nasional.

Keenam, tingginya minat akademisi dan komunitas siber untuk bergabung melalui jalur rekrutmen khusus prajurit TNI bidang siber.

Kegiatan itu juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Head of Information Business Technology PT Sucofindo Sugeng Prayitno, pakar keamanan siber Ivan Romano, serta Partner Akademi AI Center of Excellence Universitas Gunadarma Dr I Made Wiryana.

Melalui forum ini, Kodam VI/Mulawarman dan Satsiber TNI berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan sinergi pentahelix yang berkelanjutan, ruang siber Indonesia diharapkan semakin aman, produktif, inovatif, dan mampu mendukung stabilitas nasional pada era digital. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Kodam mulawarman #Kutai Barat