KOTA KINABALU – Universitas Balikpapan (UNIBA) memperkuat jejaring riset internasional dengan berpartisipasi dalam The 8th Borneo Studies Network (BSN) Scientific Committee Meeting yang berlangsung di Universiti Malaysia Sabah, Malaysia, pada 10–11 Juni 2026.
Forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Pulau Borneo untuk membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan budaya, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
Delegasi Universitas Balikpapan dipimpin oleh Pembina Yapenti DWK UNIBA Rendi Susiswo Ismail bersama Rektor UNIBA Isradi Zainal serta sejumlah akademisi lainnya, yakni Merry K. Sipahutar, Indrayani, Septia Novita Sari, Andi Surayya, dan Wawan Sanjaya.
Dalam forum tersebut, UNIBA mengusung dua tema utama yang dinilai relevan dengan masa depan Kalimantan, yaitu pelestarian warisan budaya dan kelompok etnis Borneo serta pengembangan riset ilmu material dan energi terbarukan.
Tema pertama menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah percepatan pembangunan dan transformasi kawasan Kalimantan. Delegasi UNIBA memaparkan berbagai gagasan terkait dokumentasi hukum adat, pelestarian bahasa daerah, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Borneo.
Pembina Yapenti DWK UNIBA, Rendi Susiswo Ismail, menegaskan bahwa partisipasi dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari strategi kampus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian melalui kerja sama global.
“Keikutsertaan Universitas Balikpapan dalam forum internasional BSN ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mengembangkan kerja sama internasional sekaligus mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Kami ingin memastikan nilai-nilai budaya dan kelompok etnis asli Kalimantan tetap terjaga di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Selain isu budaya, UNIBA juga mempresentasikan potensi pengembangan energi hijau dan material ramah lingkungan yang dapat mendukung transisi ekonomi hijau di Kalimantan. Kajian tersebut mencakup pemanfaatan biomassa lokal, pengembangan eco-material, serta teknologi energi alternatif berkelanjutan.
Rektor Universitas Balikpapan, Isradi Zainal, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi ilmiah terhadap tantangan lingkungan dan pembangunan masa depan.
“Melalui konsorsium ilmiah BSN, Universitas Balikpapan berkomitmen mengembangkan inovasi berbasis sains material dan energi terbarukan yang mampu mendukung pembangunan Kalimantan yang berkelanjutan,” kata Isradi.
Partisipasi dalam The 8th Borneo Studies Network juga membuka peluang kolaborasi riset lintas negara antara Universitas Balikpapan dan berbagai perguruan tinggi di kawasan Borneo. Kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya, pengembangan teknologi, dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan.
Baca Juga: Wargantara: Denonim di Ibu Kota Nusantara
Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, Universitas Balikpapan semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi global untuk kemajuan Borneo.(*)
Editor : Thomas Priyandoko