KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban antara para pengemudi ojek online bersama jajaran Ditbinmas Polda Kaltim. Melalui pertemuan ini mereka menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.
Di antaranya salah satu pengemudi ojol mengungkapkan bahwa aksi balap liar masih kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan.
Aktivitas tersebut dinilai meresahkan masyarakat karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Masukan dari masyarakat tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan satuan fungsi terkait guna dilakukan pencegahan dan penanganan yang diperlukan,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto.
Para ojol juga meminta kepolisian meningkatkan penindakan terhadap aksi begal yang sempat terjadi di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Mereka berharap patroli keamanan dapat lebih ditingkatkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pengemudi yang beraktivitas hingga malam hari.
Program Warung Ojol Kamtibmas merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat, khususnya rekan-rekan pengemudi ojek online yang setiap hari berada di lapangan dan mengetahui situasi di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Baca Juga: Wacana Taman Lansia di Samarinda Menguat, DLH Usul Taman 3 in 1 untuk Anak, Lansia dan Difabel
Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian. Ia menambahkan, Polda Kaltim bersama jajaran akan terus meningkatkan patroli serta langkah preventif dan represif untuk menekan angka kriminalitas, termasuk tindak pencurian kendaraan bermotor dan aksi kejahatan jalanan di Balikpapan.
Program warung ojol kamtibmas berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan itu diharapkan mampu memperkuat sinergi antara polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo