KALTIMPOST.ID,BALIKPAPAN–Komitmen menjaga dan mengembangkan kekayaan adat tradisi di Tanah Borneo lintas negara kian diperkuat. Universitas Balikpapan (Uniba) secara resmi menandatangani Surat Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) dengan Persatuan Pengamal Adat Sabah (Sunduan Nabalu) asal Malaysia, Kamis (11/6/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi awal dalam penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) guna mempererat hubungan bilateral kedua negara. Diplomasi kebudayaan rumpun Dayak serta budaya asli Kalimantan-Sabah menjadi motor utamanya.
Baca Juga: Hasil CKG di PPU, Obesitas dan Karies Gigi Mendominasi, Ribuan Warga Berisiko Hipertensi
Melalui kemitraan jangka panjang berbasis kesetaraan dan manfaat bersama (mutual benefit), kedua institusi sepakat menjadikan pelestarian tradisi Borneo sebagai pilar utama penelitian. Fokus kolaborasi diarahkan pada penguatan program kebudayaan bersama serta pengembangan riset mendalam (long-term research partnership).
Kerja sama ini juga membuka ruang pertukaran kajian akademik mengenai hukum adat, edukasi tradisional, hingga digitalisasi dokumentasi tradisi luhur guna membentengi warisan leluhur dari arus modernisasi global.
Baca Juga: Menang Uji Coba 2-1 atas Nigeria, Portugal Tatap Piala Dunia Beriring Frustrasi Cristiano Ronaldo
Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Presiden Sunduan Nabalu, Shaimon Sanangan. Sementara dari pihak Uniba, diwakili oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur, Dr. H. Rendi Susiswo Ismail, S.H., M.H., bersama Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, selaku penandatangan dokumen naskah.
"Penandatanganan ini menjadi sinyal kuat bahwa sekat geografis di Pulau Kalimantan tidak menjadi penghalang bagi Indonesia dan Malaysia untuk bersinergi menjaga denyut nadi peradaban tradisi Borneo agar tetap lestari bagi generasi masa depan," kata Rektor Uniba, Isradi Zainal.
Baca Juga: Demam Oranye Landa Belanda, Satu Ruas Jalan di Den Haag Disulap Total Jelang Kick-off Piala Dunia
Keseriusan kampus benteng IKN ini juga dipertegas dengan hadirnya jajaran delegasi utama Uniba lainnya, seperti Merry K. Sipahutar, Indrayani, Septia Novita Sari, Andi Surayya, dan Wawan Sanjaya. Kehadiran tim lengkap ini memperkuat visi Uniba sebagai pusat pengembangan pengetahuan berbasis budaya sekaligus memperkokoh kemitraan internasional di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan klausul yang tercantum, LoI ini akan berlaku efektif untuk jangka waktu terbatas, yaitu maksimal satu tahun. Selama periode tersebut, proses penyusunan draf MoU final akan terus dimatangkan oleh kedua belah pihak.(*)
Editor : Thomas Priyandoko