KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penggunaan Jaringan Gas (Jargas) dinilai jauh lebih aman (safety) dan praktis bagi masyarakat dibanding tabung LPG konvensional. Atas dasar itulah, DPRD Balikpapan gencar mendukung perluasan instalasi pipa gas bumi langsung ke rumah-rumah warga di Kota Balikpapan.
Ini solusi yang dianggap paling tepat untuk menekan kebutuhan LPG. Terlebih pemandangan antrean gas yang langka dan mahal kerap terjadi di Kota Minyak.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Japar Sidik menilai, penggunaan jargas cenderung lebih safety atau aman karena memiliki tekanan gas rendah. Kemudian dari sisi kalori bakar juga tidak terlalu besar.
“Makanya kalau melihat jargas, api yang keluar tidak terlalu besar. Sisi instalasinya juga besi semua dan lebih aman,” ungkapnya kepada awak media.
Baca Juga: 359 Jamaah Haji Kloter Pertama Paser Tiba, Dua Lansia Harus Dievakuasi Ambulans
Menurutnya, jargas dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kebutuhan LPG. Masyarakat tidak perlu repot membeli karena sistem jargas disalurkan langsung ke setiap rumah melalui perpipaan.
“Jadi tidak ada lagi bahasa antrean. Tinggal ketersediaan bahan baku saja yang dijaga,” imbuhnya. Terutama yang selama ini sulit dicari gas melon ukuran 3 kilogram.
Dia menyadari hingga kini belum ada tambahan kuota pemasangan jargas untuk Balikpapan. Mengingat penentuan kuota ini merupakan kewenangan pusat yakni Kementerian ESDM.
Pemerintah Kota Balikpapan hanya berupaya dengan menyampaikan data kebutuhan jargas dari total unit rumah atau bangunan. Sedangkan keputusan kebijakan kuota ditentukan dari pusat.
“Seperti halnya penentuan jatah BBM dan LPG,” ucapnya. Teranyar pemerintah daerah sudah mendata dari tingkat RT dan kelurahan. Dia berharap, Kementerian ESDM bisa menambah kuota sambungan jargas untuk Balikpapan.
Meski nantinya teknis di lapangan saat jargas sudah terpasang akan ditangani oleh pemerintah kota. Seperti sekarang dikelola oleh Perumda Manuntung Sukses. (*)
Editor : Sukri Sikki