KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan siap menjadi magnet baru bagi pecinta olahraga melalui ajang Open Tournament Arung Jeram Wali Kota Cup 2026 yang akan digelar pada 23 Juli 2026.
Menariknya, kejuaraan berskala nasional yang dipusatkan di Muara Sungai Manggar ini mengusung konsep arung jeram air tenang. Konsep tersebut menjadi yang pertama di Balikpapan dan diharapkan mampu mendorong pengembangan wisata olahraga atau sport tourism.
Persiapan kegiatan tersebut disampaikan setelah pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Balikpapan melakukan audiensi dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Balai Kota beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tak Mampu Beli Kaus Kaki, Ayah di TTS Oleskan Arang ke Kaki Anak Sebelum Sekolah
Kejuaraan direncanakan berlangsung di kawasan De Boekit Riverside, Muara Sungai Manggar. Lokasi tersebut dipilih karena menawarkan karakteristik perairan yang tenang sehingga menghadirkan pengalaman berbeda dibanding arung jeram pada umumnya yang identik dengan arus deras.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut positif penyelenggaraan ajang olahraga tersebut. Menurutnya, konsep arung jeram air tenang dapat menjadi daya tarik baru sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga arung jeram.
“Ternyata arung jeram bisa melalui air tenang seperti di Muara Sungai Manggar. Ini asyik juga, menjadi daya tarik baru untuk memasyarakatkan olahraga arung jeram,” ujarnya.
Rahmad berharap kegiatan tersebut mampu menarik perhatian komunitas dan pecinta arung jeram dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Balikpapan.
“Sekaligus menambah destinasi wisata di Kota Balikpapan,” katanya.
Baca Juga: Lepas 25 Siswa Angkatan ke-17, TK Transformasi Fokus Cetak Generasi Berkarakter
Menurutnya, kejuaraan ini dapat menjadi sarana promosi wisata sekaligus memperkenalkan potensi olahraga air yang dimiliki Kota Balikpapan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Umum FAJI Balikpapan Maulid Ahmad mengatakan, persiapan kompetisi saat ini telah memasuki tahap finalisasi administrasi dan perizinan.
Ia menjelaskan, Muara Sungai Manggar dipilih karena memiliki kondisi perairan yang sesuai serta didukung fasilitas yang memadai untuk menunjang kebutuhan atlet, ofisial, maupun penonton.
“Kami menargetkan sekitar 140 peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Kejuaraan akan mempertandingkan tiga disiplin lomba, yakni slalom, head to head, dan down river race untuk kategori putra dan putri.
“Pada nomor slalom, setiap tim harus menunjukkan ketangkasan dengan melewati gawang-gawang yang telah dipasang di lintasan,” jelas Maulid.
Menurutnya, kompetisi ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya destinasi sport tourism arung jeram di Kalimantan, khususnya di Balikpapan.
Baca Juga: Komisi II DPRD Mahulu Apresiasi Kampung Lutan, Bidik Omzet Rp1 Miliar
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan atlet arung jeram. Di sisi lain, penyelenggaraan kejuaraan diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi kegiatan. (*)
Editor : Ery Supriyadi