BALIKPAPAN - Pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan dipastikan akan tetap berlanjut meskipun saat ini proyek tersebut terhenti sementara.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan ini merupakan program prioritas yang sangat dibutuhkan masyarakat dan ditargetkan kembali berjalan pada tahun depan setelah sempat terkendala masalah lahan dan efisiensi anggaran.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak (Barak) meminta penjelasan lanjutan pembangunan dan transparansi dana proyek RS Sayang Ibu.
"Kontrak yang dilakukan pada Tahun 2024 dalam pelaksanaannya mengalami kendala lahan," kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Kemudian dilakukan penyelesaian gugatan masyarakat di pengadilan. Pekerjaan sudah mendapat perpanjangan waku hingga 2025.
Sebagai bentuk kesempatan atas waktu awal proyek yang terbuang. "Akhirnya kontrak telah dihentikan karena penyedia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan," sebutnya.
Rahmad mengatakan, pembangunan rumah sakit pasti akan berlanjut. Terlebih RS Sayang Ibu telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas wali kota.
"Insyallah tahun depan akan kami lanjutkan," tegas. Dia menambahkan, pembangunan RS Sayang Ibu juga terhenti sementara karena efisiensi anggaran juga.
"Tahap awal pembangunan sudah selesai 20 persen dan hal ini sudah clear," ucapnya. Pemerintah kota akan membahas bersama DPRD untuk mengawal pembangunan RSUD dapat terlaksana dengan baik.
Termasuk antisipasi terhadap masyarakat yang terdampak di fase pelaksanaan konstruksi. Dia menjamin, pemerintah siap memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat pembangunan RS.
Sehingga tidak ada kesan merugikan masyarakat sekitar. "Kita akan perbaiki ketika nanti proyek pemasangan tiang pancang selesai agar perbaikan tidak terjadi berulang," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani