KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menjelang dimulainya tahapan verifikasi dan validasi (verval) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada 24 Juni, Disdikbud Balikpapan mengimbau para orang tua calon peserta didik untuk tidak datang berbondong-bondong pada pagi hari.
Mereka memastikan seluruh proses verval yang berlangsung hingga 1 Juli 2026 ini akan terlayani dengan optimal sesuai jam kerja. Kini Disdikbud Balikpapan masih membuka pengambilan nomor antrean verval sekaligus layanan informasi bagi calon peserta didik, Selasa (23/6).
Baca Juga: SD Filial Mulai Dibangun Tahun Ini, Disdik Berau Alokasikan Anggaran Sebesar Rp 890 Juta
Kepala Disdikbud Balikapapn Irfan Taufik mengatakan, SPMB 2026 berjalan daring secara penuh. Tak sedikit orangtua yang masih kebingungan untuk mengetahui teknis pendaftaran melalui gawai masing-masing.
“Kami buka layanan bagi orangtua yang masih bingung dan ingin bertanya soal SPMB. Nanti mereka diberi penjelasan petugas, tapi pendaftaran tetap dilakukan sendiri,” katanya.
Disdikbud telah menyiapkan tim verval dengan kuota layanan sekitar 500 orang per hari. “Tidak usah berbondong-bondong datang di pagi hari agar tidak menumpuk. Kami pastikan semua terlayani untuk verval,” ungkapnya.
Menurutnya, orang tua atau calon peserta didik datang menyesuaikan waktu luang. Pihaknya siap melakukan verval sesuai jam kerja pukul 08.00 – 15.00 Wita. “Silakan siapa yang berkesempatan datang pagi dan sisanya siang” tuturnya.
Jika berkaca dari pengalaman verval tahun sebelumnya, calon peserta yang datang 200-300 orang per hari dari kuota 500 orang. Tidak semua yang mengambil nomor antrean datang. Selebihnya hanya coba-coba saja.
Dia mengingatkan, tahapan verval berlaku bagi beberapa jalur tertentu. Di antaranya jalur prestasi, jalur mutasi, jalur guru dan tenaga kependidikan (GTK) juga tetap harus melakukan verival.
Baca Juga: Klasemen, Hasil Norwegia vs Senegal 3-2: Haaland Cetak Dua Gol, Viking ke Babak 32 Besar
Kemudian lulus di Balikpapan namun belum memiliki data kependudukan di Balikpapan. Ada pula lulus dari luar kota Balikpapan namun data kependudukannya di Balikpapan.
Lulus dari luar kota Balikpapan, selanjutnya kembali ke orang tua yang tidak terdaftar pada data kependudukan di Balikpapan, serta data kependudukan Balikpapan yang lulus tahun 2023, 2024, dan 2025.
Irfan memberi contoh jalur prestasi yang ingin verval dengan menambahkan sertifikat prestasi. “Pilih satu sertifikat dengan poin tertinggi saja. Jadi tidak butuh semua sertifikat,” ujarnya.
Baca Juga: SMA Kolese Xaverius Hadir di PPU, Siapkan SDM Unggul Menyambut Era IKN
Selanjutnya hasil SPMB SMP ditentukan berdasarkan skor nilai dengan seluruh calon peserta didik yang memilih dalam satuan pendidikan tersebut. Sementara untuk jenjang SD skor menyesuaikan usia. (*)
Editor : Dwi Restu A