Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Libur Sekolah, 10 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda Dipulangkan ke Balikpapan

Dina Angelina • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:56 WIB
PENDIDIKAN: Dinas Sosial Balikpapan saat menyambut kepulangan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda asal Kota Balikpapan untuk menjalani masa libur sekolah.
PENDIDIKAN: Dinas Sosial Balikpapan saat menyambut kepulangan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda asal Kota Balikpapan untuk menjalani masa libur sekolah.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Memasuki masa libur sekolah, Dinas Sosial Balikpapan resmi menerima kembali 10 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda yang berasal dari Kota Minyak.

Pemulangan ini dilakukan menyusul berakhirnya Tahun Ajaran 2025/2026, di mana para siswa akan menjalani masa liburan bersama keluarga mulai 21 Juni hingga 5 Juli 2026.

“Total ada 10 orang anak yang diserahkan untuk kembali kepada keluarga masing-masing,” kata Kepala Dinas Sosial Balikpapan Arfiansyah. Terdiri dari 8 anak jenjang SD dan 2 anak jenjang SMA.

Baca Juga: Debut di Pentas Nasional, Tim Sepak Bola Putri Usia Dini Samarinda Ditantang Tiga Kekuatan Jawa

Ada pun enam anak merupakan siswa aktif sekolah sebelumnya. Sedangkan empat anak lainnya belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali hingga mengikuti program SRT 58 Samarinda.

Awalnya saat pendataan, Dinas Sosial mengusulkan 16 orang calon siswa ke SRT 58 Samarinda. “Namun setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, hanya 11 orang anak yang ditetapkan sebagai peserta didik,” sebutnya.

Alasannya beberapa anak yang tidak diterima SRT karena keterbatasan kuota sekolah. Serta usia yang telah melampaui batas usia penerimaan peserta didik.

Baca Juga: Kejar Target PAD Rp1,6 Triliun, Ini Sektor Pajak yang Jadi Sasaran Pemkot dan DPRD Balikpapan  

Namun dari 11 siswa yang telah ditetapkan, saat ini 10 orang anak masih aktif mengikuti pendidikan di SRT 58 Samarinda. “Sementara 1 anak dikembalikan sementara kepada keluarga,” sebutnya.

Itu karena terdapat masalah perkembangan yang memerlukan penanganan dan pendampingan khusus. Sehingga belum dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Dia berharap, selama masa liburan sekolah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Kesempatan bagi anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat hubungan emosional.

Sekaligus mempersiapkan diri kembali mengikuti pembelajaran tahun ajaran berikutnya dengan semangat dan motivasi. “Kami terus mendukung agar hak anak terpenuhi atas pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Dinas Sosial Balikpapan #libur sekolah #Sekolah Rakyat #samarinda #balikpapan