KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan terus dipadati antrean panjang warga pada hari kedua verifikasi dan validasi (verval) SPMB, Selasa (30/6).
Mayoritas orang tua murid datang mengurus verval jalur prestasi dan verval berkas lainnya yang berkaitan dengan domisili. Salah satunya dialami orangtua murid, Edi Santoso telah mengantre sejak pagi.
Dia ingin mendaftarkan kedua anaknya yang kembar dengan domisili baru di Batakan, Manggar. “Harapannya bisa bersekolah di dekat rumah saja,” katanya. Target bisa masuk ke SMP 23 Balikpapan.
Menurutnya jika mengikuti domisili yang lama di Keluruahan Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah akan terlalu jauh jarak anak sekolah dengan tempat tinggal. Belum lagi dia masih bolak balik bertugas di Kaltara.
Masalahnya meski sudah tinggal lama di Batakan, surat kependudukannya belum berusia minimal 1 tahun sesuai aturan SPMB. “Berdasarkan penerbitan KK, bulan depan baru satu tahun,” tuturnya. Harapannya bisa ada solusi atas masalah tersebut.
Sebagai informasi, Disdikbud membuka kuota verval berkas lainnya sebanyak 350 orang, verval prestasi 300 orang, dan tahfidz 200 orang. Terpantau orangtua masih bisa mengambil nomor antrean untuk verval. (*)
Editor : Duito Susanto