KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penyidik Satreskrim Polresta Balikpapan terus mendalami kasus penikaman hingga menewaskan korban. Perselisihan pelaku dan korban diduga telah berlangsung cukup lama berakhir dengan aksi saling serang menggunakan senjata tajam di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis dini hari, 25 Juni 2026, itu menyebabkan seorang penjaga malam berinisial AS (48) kehilangan nyawa, sementara lawannya, F (34), mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan.
Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Abu Sangit, menjelaskan bahwa sebelum insiden berdarah tersebut terjadi, sejumlah orang berkumpul di salah satu kios pasar sambil mengonsumsi minuman beralkohol.
Dalam suasana itu muncul perselisihan yang berawal dari tindakan salah seorang pria berinisial R yang melemparkan serbuk ke arah wajah F hingga mengenai beberapa orang di sekitarnya.
Baca Juga: Bukan Simulasi Semata: Balikpapan, Kukar, dan Paser Masuk Final Adu Cepat Bongkar Misteri Kejahatan
“Tindakan itu memicu pertengkaran antara R dan F. Meski sempat dipisahkan oleh teman-temannya, persoalan ternyata belum selesai,” jawab Abu.
Setelah meninggalkan lokasi, R kemudian menemui AS dan menceritakan pertengkaran yang baru dialaminya. Keduanya lantas kembali ke kios tempat F berada dengan membawa badik.
Setibanya di lokasi, R dan AS disebut langsung menyerang F. Menghadapi serangan tersebut, F mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya dan melakukan perlawanan sehingga terjadi duel di antara mereka.
Akibat bentrokan itu, AS mengalami luka parah pada bagian kepala dan tangan kanan. Sementara F menderita luka tusuk di bagian perut sebelah kiri, bahu kiri, serta tangan akibat sabetan senjata tajam.
Sesudah perkelahian berakhir, F meninggalkan lokasi dan kemudian mendatangi Polsek Balikpapan Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Di sisi lain, seorang saksi berinisial AR sempat berusaha melerai, namun membatalkan niatnya lantaran seluruh pihak yang bertikai sama-sama memegang senjata tajam.
AR selanjutnya membawa AS menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Sepinggan agar memperoleh pertolongan medis. Karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Kami sudah mengamankan pelaku, meminta keterangan para saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara,” terangnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga bentrokan tersebut dipicu konflik lama yang kembali memanas ketika para pihak berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Ia menambahkan, AS dan F sebelumnya sama-sama bekerja sebagai penjaga malam di Pasar Sepinggan. Namun, F telah diberhentikan karena beberapa kali membuat keributan di lingkungan pasar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo