KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUMKMP) terus mendorong penguatan kapasitas koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Keuangan dan Digitalisasi bagi Koperasi Non Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tahun 2026 serta Pelatihan Keuangan bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih yang digelar di Hotel Ultima Horison Balikpapan, Selasa (30/6).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Jawa Timur dan Bank Indonesia. Pelatihan berlangsung selama tiga hari untuk koperasi non-KKMP, sedangkan pelatihan koperasi Kelurahan Merah Putih berlangsung selama dua hari.
Baca Juga: TP PKK Kota Balikpapan Juara Umum di HKG PKK Ke-54 Tingkat Provinsi Kaltim
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Dr Padlia Parakasi SPd MPd mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia koperasi, terutama di bidang pengelolaan keuangan, tata kelola organisasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
"Kegiatan ini merupakan bagian meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelolaan koperasi, khususnya dalam aspek keuangan, tata kelola, serta pemanfaatan teknologi digital," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan ekonomi yang semakin dinamis menuntut koperasi untuk mampu bertransformasi menjadi organisasi yang profesional dengan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
"Di tengah dinamika ekonomi yang semakin cepat dan berbasis digital, koperasi dituntut untuk mampu beradaptasi, transparan, akuntabel, serta memiliki sistem pengelolaan yang modern dan profesional," tegasnya.
Padlia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan sebagai bekal untuk memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Jawa Timur, Muhammad Faisol Husni, menjelaskan materi pelatihan dirancang secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar mengenai koperasi, tata kelola organisasi, hingga penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi koperasi yang berlaku.
"Khusus untuk menyusun laporan keuangan koperasi dan bagaimana mulai digitalisasi dilakukan sesuai standar akuntansi yang berlaku di koperasi saat ini. Materi diberikan mulai dari mengenal koperasi lebih dalam, membangun tata kelola yang baik, teori penyusunan laporan keuangan hingga praktik menggunakan sistem yang sudah kami siapkan," jelasnya.
Ia menambahkan, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung menggunakan aplikasi sederhana yang disiapkan sebagai media pembelajaran.
"Harapannya, peserta tidak hanya memahami materi di dalam kelas, tetapi dapat mempraktikkannya secara nyata di koperasi masing-masing sehingga laporan keuangan dan tata kelola koperasi berjalan baik, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, serta mampu mewujudkan koperasi Balikpapan yang maju dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki