KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penyidik Unit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan tengah melakukan penyelidikan kasus saling tikam yang menewaskan AS (48).
Insiden yang terjadi di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, sampai saat ini belum menetapkan tersangka karena salah satu pihak yang diduga terlibat, FM (34), masih menjalani proses pemulihan akibat luka tusuk serius.
Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham SH, mengatakan penyidik belum dapat meminta keterangan FM karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.
FM juga mengalami sejumlah luka tusuk dalam insiden tersebut. Bahkan, ia sempat berada dalam kondisi kritis dan harus menjalani operasi sehingga proses penyidikan belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Kami fokus pada proses penyembuhannya terlebih dahulu karena dia juga sempat kritis,” jawabnya. Iskandar menjelaskan kondisi FM kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, dokter belum memberikan izin kepada penyidik untuk melakukan pemeriksaan.
“Alhamdulillah kondisinya mulai membaik. Namun, kami masih menunggu rekomendasi dari dokter sebelum meminta keterangannya,” terangnya.
Polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan sembari mengumpulkan alat bukti dan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tersebut. Peristiwa bermula dari pesta minuman keras di area Pasar Sepinggan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.
Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, FM diduga dilempar benda ke arah wajahnya oleh seseorang berinisial RS hingga memicu keributan. Merasa tidak terima, RS kemudian meninggalkan lokasi dan menemui AS.
Tak lama berselang, AS bersama RS dan beberapa orang lainnya kembali mendatangi FM di kawasan pasar. Pertemuan tersebut berujung bentrokan yang berkembang menjadi aksi saling tikam.
Akibat kejadian itu, AS meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk, sedangkan FM mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo