BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mendorong penguatan pembentukan karakter peserta didik melalui pengembangan prestasi non akademik. Salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga dan seni sebagai ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik.
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, prestasi non akademik memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan capaian akademik. Menurutnya, ajang seperti Piala Soeratin yang saat ini berlangsung di Lapangan Bima Sakti, Lanud Dhomber Balikpapan, menjadi wadah bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang sepak bola.
"Karena itu saya secara khusus berterima kasih kepada para orang tua atlet. Tanpa dukungan bapak dan ibu, anak-anak ini mungkin tidak akan bisa menggapai mimpinya menjadi pesepak bola masa depan," ujarnya.
Irfan menilai keberhasilan atlet dunia seperti Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo tidak terlepas dari dukungan keluarga yang memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan bakatnya. Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memberi kesempatan anak mengejar potensi yang dimiliki.
Baca Juga: Piala Soeratin U13 dan U15 Balikpapan 2026 Bergulir, Jadi Wadah Pembinaan Talenta Lokal
Menurutnya, olahraga juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter. Melalui sepak bola, anak belajar bekerja sama, disiplin, menghargai strategi tim, serta membangun tanggung jawab.
"Dalam dunia kerja nanti, yang dilihat bukan hanya kemampuan akademiknya, tetapi bagaimana karakter seseorang dalam bekerja sama di dalam tim. Kalau anak punya potensi di bidang non akademik, dukung dan dampingi mereka untuk mengembangkannya," katanya.
Ia menambahkan, sekolah juga telah menyediakan berbagai ajang untuk mengembangkan prestasi non akademik. Di bidang olahraga terdapat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang digelar mulai tingkat kecamatan hingga nasional. Sementara di bidang seni tersedia Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang mencakup berbagai cabang, seperti musik, pantomim, dan seni pertunjukan lainnya.
Menurut Irfan, keberadaan berbagai kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan sosial yang baik.
"Saya kira pembentukan karakter anak-anak menjadi hal yang sangat penting saat ini. Itu harus terus diperkuat melalui berbagai program, baik lomba, kompetisi, maupun kejuaraan," pungkasnya.