KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Peluang emas bagi orang tua murid yang mengincar sekolah negeri, SMP 27 Balikpapan dipastikan bakal mengalihkan sisa kuota dari jalur afirmasi dan mutasi ke jalur reguler pada Senin (6/7) mendatang.
Kebijakan ini diambil setelah daya tampung untuk 36 siswa di dua jalur tersebut terpantau masih kosong usai pengumuman SPMB 2026.
Usai pengumuman seleksi sistem penerimaan murid baru (SPMB), calon murid akan melakukan lapor diri dengan batas waktu selama 3-5 Juli 2026. “Hari pertama ini yang sudah lapor diri sekitar 80 persen,” kata Plt Kepala SMP 27 Balikpapan Jamaluddin.
Pihaknya siap membuka pendaftaran jalur reguler dari kuota yang belum terpenuhi pada Senin (6/7). Sementara ini masih terbuka daya tampung untuk 36 siswa. Gabungan dari sisa kuota jalur afirmasi dan jalur mutasi.
Baca Juga: Disnaker Siapkan Reskilling Pekerja Tambang yang Terkena PHK, Dorong Kuasai Keahlian Baru
Rinciannya untuk jalur afirmasi, awalnya tersedia kuota 30 siswa. Namun yang mendaftar hanya 2 calon murid. Kemudian sisa kuota dari jalur mutasi yang dibuka untuk 8 siswa.
“Ternyata tidak ada yang mendaftar di jalur mutasi. Jadi nanti semua kuota yang tersisa akan dialihkan ke jalur reguler,” ungkapnya. Tahun kedua pelaksanaan SPMB, SMP 27 Balikpapan tercatat membuka empat rombongan belajar (rombel).
Setiap rombel terdiri dari 38 siswa. Total kuota yang diterima sebanyak 152 siswa. Dia menilai, pelaksanaan SPMB 2026 sudah berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.
Tidak ada kendala server, semua bisa berjalan mulus. “Harapannya SPMB yang berjalan transparan, objektif, tanpa titipan bisa berdampak pada peningkatan kualitas sekolah,” tuturnya.
Baca Juga: Seleksi Ketat Berakhir, Berikut Nama-Nama Calon Paskibraka Kutai Barat 2026
Jamaluddin menambahkan, tahun kedua operasional SMP 27 sudah tidak ada lagi kekurangan guru. “Alhamdulillah kebutuhan guru semua terpenuhi dan lengkap untuk mengajar 10 mata pelajaran,” sebutnya.
Begitu pula menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, SMP 27 Balikpapan menyiapkan perlengkapan mendukung kegiatan belajar mengajar. “Seperti meja, kursi, papan tulis tersedia. Tinggal menunggu laboratorium belum ada,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo