Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

“Simsalabim: Jadi Komisaris!”

M
Muhammad Aufal Fresky. (IST)
Muhammad Aufal Fresky. (IST)

Advertisement

Oleh: Muhammad Aufal Fresky, Esais asal Madura

KALTIMPOST.ID, Baru-baru ini Mufli Budi Ananda menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Pasalnya, namanya “nongol” di jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (milik pemerintah) dengan raksasa baja asal Korea Selatan, Posco.

Sosok yang diketahui sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad tersebut dinilai tidak memiliki kompetensi dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi komisaris. Dilihat dari latar belakang pendidikan dan rekam jejak karier-nya, dia dianggap tidak cocok menduduki posisi tersebut.

Advertisement

Wajarlah sebagian dari kita menaruh rasa curiga bercampur penasaran, apakah tidak ada lagi selain Mufli untuk ditetapkan sebagai komisaris? Atas dasar apa penunjukan Mufli tersebut? Lompatan karier yang begitu cepat dari asisten artis hingga menjadi petinggi perusahaan manufaktur skala besar membuat kita bertanya-tanya.

Apalagi apabila ditinjau dari rekam jejak pendidikannya, saya kira cukup jauh atau bahkan sama sekali tidak berkaitan dengan ekonomi dan bisnis. Saya pun menelusurinya. Ternyata diketahui bahwa dia merupakan lulusan D3 Teknik Listrik dan sempat menempuh pendidikan S1, tapi mengundurkan diri.

Advertisement

Dalam konteks tersebut, lagi-lagi kita mendapatkan sebuah kenyataan yang sukar ditepis bahwa meritokrasi di negeri ini hanya di atas kertas. Di negeri ini, semua seolah bisa diatur sedemikian rupa. Profesionalitas, kapabilitas, integritas, jam terbang, pengalaman, rekam jejak kerja, dan rekam karya seseorang, sekali lagi, tidak menjadi pertimbangan utama untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu. Semua dipengaruhi atau bahkan dikalahkan oleh kekuatan “relasi”.

Spekulasi liar bermunculan. Raffi Ahmad sebagai salah satu Utusan Khusus Presiden, yang artinya “orang dekat” Prabowo, dinilai cukup memengaruhi penempatan Mufli sebagai komisaris. Mufli dekat dengan Raffi, dan Raffi dengan Penguasa. Begitulah kira-kira skema dan alurnya. Jadi, dengan modal networking, karpet merah terbentang lebar.

Segala kesempatan dan peluang terbuka. Yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yang sukar menjadi mudah. Yang tidak bisa menjadi bisa. Ibarat pesulap yang melafalkan mantra, “Simsalabim Abrakadabra: jadi Komisaris!”

Bisa jadi Mufli hanya “dimanfaatkan” oleh pihak-pihak tertentu untuk mempertebal dompet/rekening mereka. Atau sebatas digunakan untuk sarana money laundering atau pencucian uang. Entahlah, saya pun tidak bisa menyimpulkan secara serampangan sebab jatuhnya malah menuduh tanpa bukti. Tapi yang jelas, sejauh ini saya berpendapat bahwa Mufli belum cukup pantas untuk duduk sebagai komisaris di perusahaan sekelas PT Krakatau Posco yang mana sebagian sahamnya itu milik pemerintah.

Selain Mufli, ada juga sosok bernama Ginka Febriyanti Ginting yang didapuk sebagai komisaris PT Pertamina Retail, perusahaan milik pemerintah yang mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namanya mencuat ke publik sebab Ginka sendiri pernah menjadi relawan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Raffi Ahmad Jadi Sasaran Kritik Usai sang Asisten Ditunjuk Jadi Komisaris, Amy Qanita Tulis Pesan Menyentuh

Raffi Ahmad Jadi Sasaran Kritik Usai sang Asisten Ditunjuk Jadi Komisaris, Amy Qanita Tulis Pesan Menyentuh

Amy Qanita, mengunggah pesan penuh makna usai sang anak Raffi Ahmad jadi sasaran kritik publik.

Raffi Ahmad Dicopot dari Brand Ambassador Nippon Paint, Imbas Deklarasi Sumpah Pemuda?

Raffi Ahmad Dicopot dari Brand Ambassador Nippon Paint, Imbas Deklarasi Sumpah Pemuda?

Nippon Paint resmi akhiri kontrak brand ambassador dengan Raffi Ahmad di tengah sorotan publik terhadap berbagai kegiatan sang selebritas.

Raffi Ahmad Dihantam Seruan Boikot, Nagita Berdoa: Ya Allah, tunjukkan kebenaran dengan kuasa-Mu

Raffi Ahmad Dihantam Seruan Boikot, Nagita Berdoa: Ya Allah, tunjukkan kebenaran dengan kuasa-Mu

Raffi Ahmad diterpa seruan boikot usai hadir di acara Sumpah Pemuda. Nagita Slavina mengunggah pesan haru dan doa menyentuh untuk sang suami

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer