BALIKPAPAN – Program Keahlian Manajemen Logistik menjadi salah satu kejutan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMK Negeri 3 Balikpapan. Meski baru dibuka, jurusan tersebut langsung masuk jajaran program keahlian dengan jumlah peminat terbanyak pada tahun ajaran ini.
Tingginya antusiasme calon peserta didik terhadap jurusan baru tersebut bahkan melampaui perkiraan pihak sekolah. Kondisi itu menunjukkan adanya perubahan minat masyarakat terhadap bidang keahlian yang dinilai memiliki prospek kerja semakin menjanjikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 3 Balikpapan, Dedy Lelyadi Nurcahya, mengatakan tingginya jumlah pendaftar pada Program Keahlian Manajemen Logistik menjadi fenomena baru dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Kalau yang cukup fenomenal tahun ini justru Manajemen Logistik. Peminatnya lebih banyak dibandingkan yang kami perkirakan," ujarnya saat ditemui di SMK Negeri 3 Balikpapan.
Menurut Dedy, meningkatnya minat tersebut tidak terlepas dari berkembangnya sektor logistik di Indonesia. Kebutuhan tenaga kerja di bidang distribusi, pergudangan, transportasi, hingga manajemen rantai pasok (supply chain) terus meningkat sehingga membuka peluang karier yang luas bagi para lulusan.
Baca Juga: Gagal SPMB 4 Jalur? Jangan Menyerah, Jalur Reguler Balikpapan Dibuka 6 Juli, Ini Syarat Lolosnya!
Ia menilai kondisi tersebut juga menjadi indikator bergesernya preferensi calon peserta didik dalam memilih program keahlian. Jika selama ini jurusan-jurusan yang sudah lama dikenal menjadi pilihan utama, kini Manajemen Logistik mampu bersaing dan menarik perhatian masyarakat.
"Ini menunjukkan masyarakat mulai melihat peluang kerja di bidang logistik yang semakin besar. Harapannya lulusan nanti benar-benar siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya.
SMK Negeri 3 Balikpapan berharap tingginya minat terhadap Program Keahlian Manajemen Logistik dapat menjadi awal yang baik untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten di sektor logistik, seiring pesatnya perkembangan industri dan pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Editor : Muhammad Ridhuan