KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Momentum spiritual dilakukan ribuan umat kristiani seluruh penjuru Indonesia di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan.
Ini dalam rangka pembukaan Hari Doa Nasional (HDN) 2026, mengajak seluruh anak bangsa bersatu mendoakan Indonesia, pemerintah, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Perhelatan nasional yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI).
Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima setelah sebelumnya digelar di Papua, Medan, Kupang, dan Sentani. Dipercayanya Kalimantan Timur sebagai tuan rumah dinilai memiliki makna strategis.
Baca Juga: Kawal Bankeu 2025, Gubernur Kaltim dan Bupati Kutai Barat Tinjau Proyek Jalan Poros Asa–Juaq Asa
Selain dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman, provinsi ini juga tengah menjadi pusat perhatian nasional sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan acara. Selain sekitar 2.000 jemaat yang hadir langsung di Gedung Dome Balikpapan, ribuan peserta lainnya mengikuti jalannya ibadah melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi panitia.
Kehadiran peserta secara daring menjadi bukti bahwa Hari Doa Nasional kini telah berkembang menjadi gerakan doa lintas daerah bahkan lintas negara.
Momentum tersebut juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keynote speech melalui tayangan video.
Dalam pesannya, ia mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Hari Doa Nasional di Kalimantan Timur sekaligus mengajak seluruh masyarakat Indonesia terus menjaga persatuan, kerukunan, serta semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fani Adrianto Jossy Kusumo, mengatakan penyelenggaraan di Kalimantan Timur merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.
“Tujuan utamanya bukan sekadar mengadakan ibadah bersama, tetapi mengajak seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk bersatu mendoakan bangsa, pemerintah, dan masa depan Indonesia. Doa adalah bentuk kasih kita kepada negeri ini," ungkapnya.
Pembukaan HDN 2026 dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, Pangdam VI/Mulawarman, Polda Kaltim, jajaran pejabat utama Polda Kaltim, Bhayangkari, pimpinan delapan aras gereja se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jemaat dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo