BALIKPAPAN – Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih melalui optimalisasi kapasitas produksi, dan pembenahan jaringan transmisi
Seperti diketahui, Kota Balikpapan hingga kini masih sangat bergantung pada pasokan air baku dari waduk.
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan tantangan terbesar bukan hanya terbatasnya sumber air baku, tetapi juga kondisi pipa penyalurnya.
"Kalau Balikpapan tentu berbeda. Kita sangat bergantung pada waduk. Makanya kalau kemarau, tidak ada hujan agak dag dig dug juga kita” kata Ali pada Kaltim Post, Minggu (5/7).
Ali menyebut, kapasitas 1.500 liter per detik, kini seluruhnya sudah berhasil didistribusikan dari yang semula hanya 1.300 liter per detik.
“Dalam kondisi tertentu masih berada di kisaran 1.400 liter per detik," jelasnya.
Ia mengungkapkan, seluruh instalasi pengolahan air utama, seperti IPA Kilometer 12, Kilometer 8, dan Kampung Damai kini telah beroperasi secara optimal.
Tantangan yang tersisa justru berada pada jaringan pia transmisi dari Waduk Manggar menuju Instalasi Kampung Damai yang memiliki panjang lebih dari 14 kilometer.
Selama bertahun-tahun, jaringan pipa tersebut kerap mengalami kebocoran karena usia infrastruktur yang telah mencapai 30 tahun.
"Kami bekerja keras melakukan penggantian pipa, mulai dari kawasan MT Haryono ke Grand City. Kurang lebih sekitar tujuh kilometer sudah selesai. Sekarang masyarakat sudah jarang mendengar adanya kebocoran di kawasan Agung Tunggal maupun MT Haryono," katanya.
Saat ini, pekerjaan penggantian pipa berlanjut di kawasan Transad yang masih menggunakan pipa lama berdiameter 600-800 milimeter pada tahun ini.
Dia melaporkan, untuk pengerjaan tahun 2025, PTMB dapat bantuan sekitar Rp2,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk pengerjaan pipa di kawasan Transad.
“Tahun ini sedang berproses lelang, sekitar Rp15-16 miliar, lumayan itu untuk melanjutkan pekerjaan sepanjang kurang lebih 600 meter,” jelasnya.
Ali juga mengajukan kepada Pemerintah Kota Balikpapan agar membantu anggaran untuk titik ini. (*)
Editor : Ismet Rifani