Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas, Gusi Berdarah Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Ginjal Kronis

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi sakit gusi.(getty images)
Ilustrasi sakit gusi.(getty images)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Dampak buruk penyakit gusi atau periodontitis ternyata tidak boleh disepelekan. Jika selama ini gangguan mulut seperti gusi berdarah, kerusakan jaringan gigi, hingga gigi tanggal hanya dianggap masalah estetika dan kebersihan mulut, penelitian terbaru justru mengungkap fakta sebaliknya.

Penyakit gusi kronis kini resmi dikaitkan dengan risiko awal penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD).

Dikutip dari laman News Medical Life Science, peradangan kronis akibat periodontitis sebelumnya memang sudah dikaitkan dengan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan diabetes.

Namun, studi skala besar terbaru di Jerman kini berhasil membuktikan adanya hubungan kuat antara penyakit gusi dengan penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak stadium awal.

"Kami bertujuan mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, serta mengeksplorasi peran dari penanda inflamasi sistemik," tulis para peneliti dalam International Journal of Oral Science yang dipublikasikan baru-baru ini.

Studi berbasis populasi ini melibatkan 6.179 peserta dari Hamburg City Health Study. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan gusi dan ginjal secara menyeluruh, termasuk mengukur tingkat keparahan gusi dan fungsi penyaringan ginjal via Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR).

Risiko Naik Dua Kali Lipat

Hasil analisis data menunjukkan pola yang mengejutkan. Prevalensi atau angka kasus periodontitis parah melonjak drastis, dari hanya 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal, menjadi 36 persen pada mereka yang mulai mengalami penurunan fungsi ginjal tingkat sedang.

Kondisi tersebut diperparah dengan temuan albuminuria (kadar protein albumin yang tinggi dalam urine) yang menjadi tanda nyata adanya kebocoran atau kerusakan pada ginjal. Semakin parah penyakit gusi yang diderita seseorang, semakin buruk pula indikator kerusakan ginjalnya.

Menariknya, kaitan erat antara gusi berdarah dan gangguan ginjal ini tetap konsisten, bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko lain seperti faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit diabetes, hingga kebiasaan merokok pasien.

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sakit Gigi Berulang Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahaya Infeksi yang Bisa Menyebar ke Aliran Darah

Sakit Gigi Berulang Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahaya Infeksi yang Bisa Menyebar ke Aliran Darah

Sakit gigi berulang, gusi bengkak jangan diabaikan. Dokter imbau penanganan dini via perawatan saluran akar cegah infeksi ke aliran darah.

Gigi Putih Belum Tentu Sehat, Pakar Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Oral Microbiome

Gigi Putih Belum Tentu Sehat, Pakar Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Oral Microbiome

nggapan gigi putih pasti sehat ternyata keliru. Pakar imbau jaga keseimbangan 700 jenis kuman mulut lewat pola makan dan sikat gigi tepat.

Bikin Kaget! Benarkah Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Penjelasan Pakar

Bikin Kaget! Benarkah Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Penjelasan Pakar

Takut obat darah tinggi bikin ginjal rusak? Faktanya, hipertensi tak terkontrol yang merusak ginjal! Simak fakta pakar di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer