KALTIMPOST.ID-Kemacetan yang mulai sering terjadi di sejumlah ruas jalan di Balikpapan belakangan ini menjadi keluhan masyarakat.
Namun, anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Balikpapan, Abdulloh mengajak masyarakat melihat fenomena tersebut dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurutnya, meningkatnya kepadatan lalu lintas juga menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi dan perkembangan kota.
Abdulloh mengatakan, kemacetan tidak terlepas dari bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk arus pendatang yang datang untuk bekerja maupun berwisata ke Balikpapan.
Kondisi tersebut, kata dia, turut dipengaruhi posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim.
Ia menyebut jumlah penduduk Balikpapan saat ini mencapai sekitar 760 ribu jiwa. Angka tersebut belum termasuk masyarakat dari luar daerah yang setiap hari beraktivitas di kota ini maupun wisatawan yang datang pada musim liburan.
“Itu kalau hari biasa, belum ketambahan masyarakat yang dari luar daerah. Kalau musim liburan, lebih padat lagi,” ujar ketua Komisi III DPRD Kaltim itu, Minggu (5/7).
Menurutnya, kepadatan lalu lintas yang mulai terasa merupakan konsekuensi dari meningkatnya aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ramainya kunjungan masyarakat dari luar daerah, lanjut dia, berdampak pada meningkatnya transaksi di pusat kuliner, tempat wisata, hingga sektor jasa.
Tingkat hunian hotel juga ikut terdongkrak, sehingga memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha yang bergantung pada aktivitas wisata dan perjalanan.
Politikus Partai Golkar itu menilai Balikpapan kini menjadi salah satu tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah di Kaltim.
Selain memiliki beragam destinasi wisata, kota ini juga menjadi pusat perdagangan dan jasa yang terus berkembang sehingga menarik kunjungan masyarakat dari sembilan kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Meski demikian, Abdulloh menilai persoalan kemacetan tetap perlu diantisipasi melalui peningkatan infrastruktur dan pengelolaan transportasi yang lebih baik agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.
“Kalau sudah mulai macet, itu juga tanda bahwa kota tersebut berkembang dan aktivitas ekonominya meningkat,” katanya. (rd)
Editor : Romdani.