BALIKPAPAN – Menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait pertanggungjawaban APBD 2025, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memastikan proyek-proyek penting yang belum rampung akan terus dilanjutkan. Salah satu yang menjadi fokus evaluasi ke depan adalah percepatan pembangunan RS Sayang Ibu.
Bagus Susetyo menegaskan, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Balikpapan telah mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Saya tangkap dari fraksi-fraksi bahwa anggaran harus digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” katanya. Menurutnya tentu upaya ini telah tertuang dalam berbagai program.
Pihaknya mengalokasikan anggaran untuk mandatory spending. “Di antaranya pembangunan sekolah, pemberian seragam gratis, iuran BPJS Kesehatan, hingga pengendalian banjir setiap tahun,” katanya.
Semua masukan ini menjadi evaluasi agar ke depan lebih baik. “Program yang belum berjalan atau rampung akan kami lanjutkan seperti pembangunan RS Sayang Ibu,” sebutnya.
Bagus mengakui, bagaimanapun kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada kinerja pemerintah daerah. Pihaknya berupaya melakukan pengetatan anggaran agar yang berjalan hanya program penting.
Seperti meniadakan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) hingga menggelar kegiatan memanfaatkan ruangan yang ada. “Kami berharap tidak ada penurunan alokasi anggaran untuk mandatory spending,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani