Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Penjualan Seragam Sekolah Lesu, Pedagang Balikpapan Andalkan Lonjakan Pembeli Jelang Hari Pertama Masuk Sekolah

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 7 Juli 2026 | 07:08 WIB
Penjualan perlengkapan sekolah di Balikpapan lesu. (FOTO ULIL/KP)
Penjualan perlengkapan sekolah di Balikpapan lesu. (FOTO ULIL/KP)

BALIKPAPAN-Libur sekolah tinggal menghitung hari. Namun, suasana yang biasanya dipenuhi orangtua berburu perlengkapan sekolah di sejumlah pusat penjualan seragam di Balikpapan masih belum terlihat.

Para pedagang mengaku penjualan menjelang tahun ajaran 2026/2027 berjalan lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan menurut Farhan, pedagang perlengkapan sekolah di Toko Danau Indah, Balikpapan hingga kini penjualan pun masih sepi.

Hingga awal Juli, jumlah pembeli yang datang masih jauh dari harapan sehingga omzet belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Kalau dibandingkan beberapa tahun lalu memang berbeda. Biasanya jauh sebelum sekolah dimulai orang tua sudah ramai membeli seragam, sekarang masih sepi,” ucap Farhan.

Baca Juga: Pihak Polres Kukar Tak Hadir di Sidang Perdana Praperadilan, Kuasa Hukum Pasangan Lansia Keberatan Sidang Ditunda

Menurutnya, perlambatan tersebut sebenarnya mulai terasa sejak tahun lalu. Namun, kondisi tahun ini dinilai lebih berat karena hingga mendekati masa masuk sekolah belum ada lonjakan transaksi yang biasanya menjadi penopang penjualan tahunan.

Ia memperkirakan kondisi ekonomi masyarakat menjadi penyebab utama masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang.

Pembelian perlengkapan sekolah dilakukan seperlunya, bahkan sebagian keluarga memilih menunda belanja.

“Orang sekarang lebih berhitung. Mungkin karena kondisi ekonomi, jadi belinya benar-benar yang dibutuhkan saja,” katanya.

Selain itu, program bantuan seragam gratis dari pemerintah daerah juga memengaruhi pola belanja konsumen.

Banyak orangtua memilih menunggu kepastian apakah anaknya memperoleh bantuan sebelum membeli seragam secara mandiri.

“Sebagian memang menunggu informasi bantuan dulu. Kalau ternyata tidak dapat baru mereka membeli sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Kecewa Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Penjaga Toko di Balikpapan Ditunda, Ibu Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

Meski demikian, Farhan masih berharap pekan terakhir sebelum hari pertama sekolah menjadi momentum meningkatnya penjualan. “Biasanya memang ramai mendekati hari masuk sekolah. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu,” ucapnya.

Di tengah penjualan yang melambat, harga perlengkapan sekolah justru mengalami kenaikan. Saat ini satu set seragam SD jika dulu dijual mulai sekitar Rp 120 ribu kini sudah naik Rp 160 ribu.

Untuk tingkat SMP juga naik yakni mulai Rp 210 ribu per set. Sedangkan seragam SMA berada di kisaran Rp 250 ribu.

“Kenaikan memang ada karena harga bahan juga naik. Celana atau rok juga lebih mahal karena jenis bahannya berbeda,” kata Farhan.

Selain seragam, keperluan lain yang masih dicari pembeli antara lain tas sekolah, kaus kaki, hingga atribut sekolah. Harga kaus kaki dijual mulai Rp 4 ribu hingga Rp 7 ribu per pasang.

Sedangkan atribut sekolah sekitar Rp 5 ribu per buah. Adapun tas sekolah dipasarkan mulai puluhan ribu hingga lebih dari Rp 100 ribu sesuai merek dan kualitas.

Meski pilihan produk cukup beragam, Farhan mengatakan seragam tetap menjadi keperluan utama yang paling banyak dicari setiap memasuki tahun ajaran baru.

Sementara itu, kondisi serupa juga dirasakan Anisa, pedagang seragam sekolah di kawasan Klandasan. Penjual seragam di kawasan tersebut mengaku jumlah pembeli belum mengalami peningkatan berarti meski masa liburan sekolah segera berakhir.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Mendorong PLN Siapkan Skema Kompensasi bagi Pelanggan Terdampak Pemadaman Listrik di Kaltim

Menurutnya, sebagian besar konsumen yang datang hanya membeli perlengkapan tertentu, bukan satu paket kebutuhan sekolah seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Banyak orangtua memilih memanfaatkan seragam lama yang masih layak pakai untuk mengurangi pengeluaran.

“Kami nggak yakin sih tapi berharap dalam beberapa hari menjelang sekolah dimulai terjadi peningkatan kunjungan pembeli sehingga dapat memperbaiki omzet yang hingga kini masih berada di bawah target.

Karena sekarang seret banget, kadang sehari itu cuma beli kaus kaki malah kadang nggak ada yang beli,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
#tahun ajaran 2026/2027 #SPMB 2026 #ibu kota nusantara #penerimaan siswa baru #seragam sekolah