KALTIMPOST.ID-Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, tidak semua orangtua di memilih membeli perlengkapan sekolah secara lengkap.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, banyak keluarga menyiasati kebutuhan sekolah dengan memanfaatkan barang yang masih layak digunakan.
Salah satunya dilakukan Rina, warga Balikpapan Tengah, yang anaknya akan memasuki jenjang sekolah tahun ini. Ia mengaku tidak membeli seragam baru karena masih dapat menggunakan seragam milik anak pertamanya.
“Seragamnya masih bagus dan masih muat setelah disesuaikan sedikit. Jadi kami pakai lagi supaya lebih hemat,” katanya.
Menurut Rina, dana yang tersedia lebih diprioritaskan untuk membeli kebutuhan yang memang tidak bisa digunakan kembali, seperti sepatu, buku tulis, alat tulis, dan beberapa perlengkapan belajar lainnya.
“Yang baru kami beli cuma sepatu, buku, tas kecil, sama alat tulis. Kalau seragam masih bisa dipakai digunakan dulu, kalau ada uang lebih baru beli lagi,” ujarnya.
Langkah serupa juga dilakukan Siti, warga Balikpapan Selatan. Ia mengatakan sebagian perlengkapan sekolah anaknya berasal dari pemberian keluarga sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar.
“Ada seragam dan tas yang diberikan saudara karena anak mereka sudah lulus. Masih bagus, jadi kami manfaatkan saja,” katanya.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membuat keluarga lebih berhati-hati mengatur pengeluaran. Selama perlengkapan sekolah masih layak digunakan, ia memilih tidak membeli barang baru.
Baca Juga: Ketua DPRD Mahulu Minta KONI Perkuat Koordinasi, Pastikan Anggaran Pembinaan Atlet Masuk APBD 2027
“Kami lebih memilih mengutamakan kebutuhan yang memang harus dibeli seperti sepatu, buku pelajaran, buku tulis, dan alat tulis. Yang masih bagus ya dipakai lagi,” tuturnya.
Fenomena tersebut turut dirasakan para pedagang perlengkapan sekolah. Mereka melihat semakin banyak konsumen yang datang hanya membeli kebutuhan tertentu, bukan lagi satu paket perlengkapan sekolah.
Pedagang Toko Danau Indah Balikpapan Barat, Farhan mengatakan, sebagian orangtua kini lebih selektif dalam berbelanja.
Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi, tidak sedikit yang juga menunggu kepastian bantuan seragam gratis dari pemerintah sebelum memutuskan membeli seragam baru. (rd)
Editor : Romdani.