KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Timur selama tiga hari ke depan, periode 7–9 Juli 2026, secara umum diprediksi dominan berawan. BMKG menyatakan, terdapat pengaruh tidak langsung dari pergerakan Siklon Tropis Bavi di timur laut yang memicu penguatan aliran angin regional di kawasan Benua Etam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat, kilat/petir, dan angin kencang sesaat sementara nihil selama 7-9 Juli 2026 di Kalimantan Timur.
Prakirawan cuaca BMKG Dewi Irmayanti mengatakan, saat ini terdapat pola angin di lapisan 3.000 feet wilayah Kalimantan Timur didominasi angin dari arah Tenggara hingga Selatan. Dengan kecepatan berkisar antara 13-26 knot.
Baca Juga: Wawali Balikpapan Soroti Proyek Rumah Jabatan Rp 12,6 Miliar, Kontraktor Diminta Tambah SDM
“Tidak menunjukkan adanya belokan angin signifikan di wilayah Kalimantan Timur,” katanya. Namun terdapat pengaruh tidak langsung dari siklon tropis bavi di timur laut yang turut memperkuat aliran angin regional.
“Kondisi ini mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah Kalimantan Timur,” ucapnya.
Dia menambahkan, prakiraan cuaca pada pagi hari secara umum diperkirakan cerah berawan dengan potensi udara kabur di wilayah Mahakam Ulu. “Siang hingga sore hari diprediksi kondisi cuaca berawan hingga hujan,” tuturnya.
Namun terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Bontang dan Mahakam Ulu. Sedangkan malam hari secara umum kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan dengan potensi hujan ringan di wilayah Mahakam Ulu.
Baca Juga: BPS Kaltim Tegaskan Data Sensus Ekonomi 2026 Tak Digunakan untuk Pajak
“Serta dini hari diperkirakan berawan dengan potensi kabut dan udara kabur di wilayah Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu,” ujarnya. Dia mengingatkan pada situasi cuaca yang cerah ini terdapat potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Dalam satu pekan ke depan perlu diwaspadai potensi mudah hingga sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” sebutnya. Sementara prakiraan tinggi gelombang di sepanjang perairan Kalimantan Timur berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter dengan kategori sedang.
“Warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba,” tuturnya. Terus pantau informasi cuaca terkini dari BMKG yang tersedia di aplikasi Info BMKG atau akun media sosial @bmkgkaltim.
Sehingga dapat mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi. Khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan banjir tanah longsor ataupun pohon tumbang. (*)
Editor : Duito Susanto