Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Bendali Ampal Terkendala Sengketa Lahan, Pemkot Balikpapan Buka Suara

Dina Angelina • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:11 WIB
KONDISI PROYEK BENDALI AMPAL: Suasana aktivitas di kawasan pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal, Balikpapan.
KONDISI PROYEK BENDALI AMPAL: Suasana aktivitas di kawasan pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal, Balikpapan.

BALIKPAPAN - Pembangunan Bendali Hulu Sungai Ampal terancam terhambat akibat munculnya klaim kepemilikan tanah sepihak dari warga. Pemerintah Kota Balikpapan sangat menyayangkan hal ini, mengingat proyek tersebut merupakan solusi krusial untuk penanganan banjir DAS Ampal di daerah hilir.

Saat proyek mulai berjalan, warga menyatakan memiliki lahan dengan bukti alas hak segel yang terbit Tahun 1967 atas nama Alfiah. Mereka mengklaim lahan dengan total luas 1,4 hektare.  

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, pemerintah kota telah merampungkan seluruh proses pembebasan lahan yang berjalan sejak 2017. Semua pihak sudah menerima hak masing-masing. 

Termasuk lahan yang melalui konsinyasi di pengadilan. Sebelum pekerjaan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, Pemkot Balikpapan melakukan pengerukan lahan yang dikerjakan oleh tentara manunggal membangun desa (TMMD).

“Saat itu tidak ada klaim tanah, tapi giliran sekarang sudah berjalan proyek bendali baru muncul klaim. Padahal kita sudah membebaskan tanah tersebut dengan pihak yang ada,” bebernya.

Mengatasi masalah ini, kecamatan setempat berupaya memfasilitasi pertemuan. Pihak yang bersangkutan diminta melakukan gugatan terhadap pemilik tanah. Namun hingga kini tak kunjung ada gugatan. 

Bagus menyampaikan kepada polsek dan kecamatan, jika ada yang merasa dirugikan, silahkan menggugat. “Tapi kalau semua diam-diam saja tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Menurutnya kedua belah pihak yang saling klaim perlu duduk bersama difasilitasi lurah atau camat setempat agar permasalahan ini selesai. “Ini hajat hidup warga kota Balikpapan yang ada di daerah hilir,” sebutnya. 

Kalau tidak selesai, berarti penanganan banjir di DAS Ampal pun akan menjadi masalah. “Saya berharap yang bersengketa tolong berbesar hati. Berikan waktu untuk saling berkoordinasi mencari jalan keluar,” imbuhnya. 

Selanjutnya Bagus akan melaporkan kondisi pekerjaan dan pantauan lapangan ini kepada wali kota Balikpapan. “Mudah-mudahan bisa dipanggil beberapa pihak untuk menyelesaikan masalah,” tandasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Bendali Hulu Sungai Ampal #Bagus Susetyo Wakil Wali Kota Balikpapan #sengketa lahan