Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemadaman Listrik Ancam Ribuan Ikan Hias, Pelaku Usaha di Balikpapan Andalkan Aerator Darurat

Nuron Setya Wijaya • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:47 WIB
TANTANGAN: Pemadaman listrik bergilir menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ikan hias. (NURON/KP)
TANTANGAN: Pemadaman listrik bergilir menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ikan hias. (NURON/KP)

BALIKPAPAN – Bagi sebagian orang, pemadaman listrik hanya berarti lampu yang padam. Namun, bagi pelaku usaha ikan hias, terputusnya aliran listrik dapat mengancam kehidupan ribuan ikan yang bergantung pada pasokan oksigen di dalam akuarium.

Situasi itu dirasakan 55 Aquatic di kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Toko ikan hias yang telah beroperasi selama tujuh tahun tersebut harus bekerja cepat setiap kali pemadaman bergilir terjadi. Saat listrik padam, pompa air dan aerator berhenti beroperasi sehingga kadar oksigen di dalam akuarium terus menurun.

Staf 55 Aquatic, Sri Suharianik, mengatakan beberapa menit pertama menjadi waktu yang paling menentukan untuk menyelamatkan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi.

"Kalau listrik mati, yang pertama kami selamatkan itu ikan koki, koi, arwana, komet, dan bokim. Ikan-ikan itu harus segera dipasang aerator baterai atau aerator cas supaya tetap mendapat oksigen," ujarnya kepada Kaltim Post, Selasa (7/7).

Menurut Sri, setiap jenis ikan memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap penurunan kadar oksigen. Ikan premium umumnya lebih sensitif sehingga membutuhkan penanganan lebih cepat dibandingkan jenis lainnya.

Karena itu, toko selalu menyiapkan aerator berbaterai dan aerator isi ulang sebagai peralatan darurat hingga pasokan listrik kembali normal.

Selain mengantisipasi pemadaman, perawatan rutin menjadi kunci menjaga kualitas ikan. Seluruh ikan diberi pakan setiap pagi, sedangkan penggantian air dilakukan secara berkala setiap tiga hari atau lebih cepat apabila kondisi air mulai menurun.

Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Balikpapan Pagi Ini: Grand City hingga Inpres 4 Masuk Daftar Wilayah Terdampak

"Air juga rutin diganti sekitar tiga hari sekali, atau lebih cepat kalau sudah kotor. Kami juga menambahkan garam untuk menjaga kondisi ikan tetap sehat," katanya.

Perawatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat 55 Aquatic mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan selama tujuh tahun terakhir. Toko juga berupaya menjaga kelengkapan stok agar penghobi memiliki banyak pilihan.

Beragam ikan hias tersedia, mulai dari glowfish, danio, black ghost, platy, hingga channa. Sementara ikan premium seperti arwana, koi, oscar, dan louhan masih menjadi buruan kolektor.

"Kalau untuk menarik pelanggan, biasanya kami usahakan stok ikan selalu lengkap. Jadi pembeli punya banyak pilihan," ujarnya.

Harga ikan yang ditawarkan bervariasi, mulai sekitar Rp4 ribu hingga Rp4 juta per ekor, bergantung pada jenis, ukuran, dan kualitasnya.

Sri menilai minat masyarakat terhadap ikan hias masih cukup tinggi. Selain menjadi hobi, keberadaan akuarium maupun aquascape juga dinilai mampu mempercantik interior rumah sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Meski demikian, pemadaman listrik bergilir menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Selain harus menyediakan perangkat cadangan, mereka juga menghadapi risiko kerugian apabila listrik padam dalam waktu lama dan menyebabkan ikan mati, terutama ikan premium yang memiliki nilai jual tinggi.

Di sisi lain, PLN sebelumnya menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari pengaturan operasi sistem kelistrikan menyusul gangguan pada salah satu komponen pembangkit. Pengaturan beban dilakukan untuk menjaga keandalan sistem sekaligus mempercepat proses pemulihan pasokan listrik.

Para pelaku usaha berharap kondisi kelistrikan segera kembali normal agar operasional usaha dapat berjalan tanpa dibayangi risiko kehilangan ribuan ikan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pemadaman listrik Balikpapan #usaha ikan hias #55 Aquatic #ikan hias Balikpapan #dampak pemadaman listrik