Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemerintah Makin Fokus Pengembangan Kampung Tematik Berbasis Inovasi

Supriyono Lupus • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:27 WIB
Kedatangan Bambang Irianto di kawasan Kang Bejo Sumber Rejo Balikpapan Tengah disambut hangat.

 
Kedatangan Bambang Irianto di kawasan Kang Bejo Sumber Rejo Balikpapan Tengah disambut hangat.  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kedatangan Bambang Irianto di kawasan Balikpapan Tengah disambut hangat. Pria yang akrab disapa Pak Bambang ini bukanlah sosok asing bagi para pegiat lingkungan di Indonesia.

Ia memiliki segudang penghargaan bergengsi. Mulai dari Pembina Lingkungan Tingkat Nasional, penerima penghargaan Kalpataru dalam kegiatan roadshow pembinaan kampung.

Sosok penggagas Kampung Glintung Go Green (3G) di Malang, Jawa Timur itu, datang atas undangan istimewa dari komunitas Kampung Tematik Bungas Kelurahan Gunung Sari Ilir dan Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Nasional Jaringan Kampung Tematik Indonesia, kehadirannya menjadi magnet bagi puluhan pegiat lingkungan dan pengurus Program Kampung Iklim (Proklim) yang antusias.

Plt Lurah Sumber Rejo Budi bersama Bambang Irianto sebagai Pembina Lingkungan Tingkat Nasional. (IST)

 

 
Plt Lurah Sumber Rejo Budi bersama Bambang Irianto sebagai Pembina Lingkungan Tingkat Nasional. (IST)    

 

Salah satu kegiatannya menyempatkan mengunjungi Kampung Wisata Edukasi Kang Bejo Sumber Rejo.  Di hadapan para pemangku kepentingan, mulai dari ketua RT, lurah hingga perwakilan organisas lainnya, Bambang dengan penuh semangat memperkenalkan konsep pembangunan kampung yang berkelanjutan.

Baca Juga: SPMB Jalur Reguler Berakhir, yang Lolos Harus Lapor Diri 

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada satu faktor kunci yakni kepedulian pemimpin setempat. "Tanpa dukungan penuh dari Pak RT, Pak Lurah, Pak Camat, dan Pak Walikota, program secanggih apa pun akan berjalan di tempat," ujarnya.

Baginya kampung tematik tidak boleh sekadar fokus pada satu aspek. Mitigasi perubahan iklim harus mencakup konservasi air, pengelolaan persampahan, tutupan vegetasi dan penghijauan, pengembangan UMKM dan inovasinya serta aspek pendidikan dan kesehatannya.

Ia bahkan memberikan saran teknis yang terukur dan diharapkan setiap kampung binaan wajib memasang termometer udara.

"Catat suhu pagi, siang, dan sore. Sebulan, setahun, berapa penurunannya? Itu sebagai standar internasional. Inilah kontribusi nyata Balikpapan dalam pengembangan program Kelurahan Madani (Mandiri, Adaptif dan Inovatif) menghadapi krisis iklim global," jelasnya.

Menurutnya, Kampung Kang Bejo Sumber Rejo sudah memiliki ketahanan pangan berbasis kearifan lokal yang dimanfaatkan secara cerdas oleh warga yaitu budidaya kangkung.

"Di sini! Budidaya kangkung menjadi super pangan, ini adalah ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Yang lebih mengesankan, kangkung dari kampung ini telah diolah menjadi berbagai produk inovatif," ujarnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#lingkungan #Gunung Sari Ilir #Balikpapan Tengah #roadshow