KALTIMPOST.ID-Manajemen Kaltim Post melakukan kunjungan ke Plaza Balikpapan, Rabu (8/7). Agenda itu sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus diskusi mengenai perkembangan industri properti dan ritel di Balikpapan.
Rombongan yang dipimpin Direktur Kaltim Post Erwin D Nugroho itu disambut langsung jajaran pengelola Plaza Balikpapan dan Borneo Bay City dalam suasana makan siang bersama yang dilanjutkan dengan obrolan santai membahas sejumlah agenda pengembangan kawasan komersial.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis menjadi pembahasan, mulai perkembangan Plaza Balikpapan sebagai salah satu pusat perbelanjaan tertua di kota ini, pembangunan destinasi baru Central Park, hingga rencana pengembangan kawasan ruko eksklusif OneBay yang diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis di kawasan Borneo Bay City by Agung Podomoro Land.
Saat diwawancara awak media, General Manager Plaza Balikpapan Aries Adriyanto mengatakan, perkembangan sektor ritel di Balikpapan terus menunjukkan dinamika yang menarik.
Persaingan yang semakin kompetitif justru mendorong pengelola pusat perbelanjaan untuk terus melakukan inovasi agar mampu memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, hadirnya proyek-proyek komersial baru bukan dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan perdagangan di segita emas Balikpapan.
“Kami melihat perkembangan ini sebagai sesuatu yang positif. Dengan semakin banyak pilihan destinasi belanja dan hiburan, masyarakat juga akan memiliki lebih banyak alternatif. Tugas kami adalah memastikan Plaza Balikpapan tetap berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aries memaparkan sejumlah program pembaruan yang tengah dipersiapkan pengelola.
Revitalisasi dilakukan pada beberapa fasilitas utama agar pengalaman pengunjung semakin nyaman, sekaligus menjaga daya saing Plaza Balikpapan.
Program tersebut meliputi pembaruan area pasar, renovasi fasilitas toilet, hingga penataan kembali konsep tenant agar lebih selaras dengan tren pusat perbelanjaan masa kini.
“Yang jelas kami melakukan pembaruan di beberapa sektor, mulai dari fasilitas umum seperti toilet, hingga penyesuaian tenant supaya tampilannya mengikuti perkembangan mal modern. Dengan begitu pengunjung tetap merasa nyaman saat berbelanja maupun menikmati fasilitas yang tersedia,” jelasnya.
Selain melakukan pembaruan fisik, pengelola juga mulai menyusun strategi penambahan tenant baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkat okupansi sekaligus memperluas variasi pilihan yang tersedia bagi masyarakat.
Saat ini tingkat keterisian tenant Plaza Balikpapan mencapai sekitar 81 persen. Seiring berbagai program pengembangan yang dijalankan, pengelola menargetkan okupansi dapat meningkat menjadi sekitar 85 persen dalam waktu mendatang.
“Kami masih memiliki ruang untuk sekitar 12 tenant baru. Saat ini proses penawaran masih terus berjalan kepada sejumlah calon tenant yang berminat bergabung,” kata Aries.
Ia mengungkapkan, mayoritas calon penyewa berasal dari sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).
Segmen tersebut dinilai menjadi salah satu penarik utama kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan karena mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan jenis usaha lainnya.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan komposisi tenant.
Apabila produk fashion umumnya dibeli hanya pada waktu-waktu tertentu, maka kebutuhan masyarakat untuk menikmati kuliner berlangsung hampir setiap hari sehingga memiliki frekuensi kunjungan yang lebih tinggi.
“Kalau fashion mungkin orang membeli hanya beberapa kali dalam setahun. Berbeda dengan F&B, orang bisa datang berkali-kali karena kebutuhan makan sekaligus berkumpul bersama keluarga maupun teman. Itu sebabnya sektor ini menjadi salah satu fokus pengembangan kami,” tuturnya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas prospek kawasan Borneo Bay yang terus berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di Balikpapan.
Kehadiran mal kenamaan Central Park yang lebih dulu lahir di Jakarta, maupun ruko eksklusif OneBay diharapkan mampu menciptakan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi perdagangan, rekreasi, kuliner, dan hunian dalam satu lingkungan.
“Central Park akan segera di-launching pada September mendatang. Juga ada ratusan brand, termasuk brand besar yang belum ada di Balikpapan, nantinya juga akan hadir,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Pastikan Jalan Empat Kampung Terisolasi di Kubar Dibangun, Target Mulai Bulan Depan
Aries menilai pengembangan kawasan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal karena membuka peluang investasi baru sekaligus memperluas aktivitas usaha di sektor perdagangan dan jasa.
Ia berharap sinergi antara pelaku usaha, pengembang, dan media dapat terus terjalin. Sehingga perkembangan sektor properti dan ritel di Balikpapan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.
“Kami optimistis prospek ritel di Balikpapan masih cukup baik. Yang terpenting adalah terus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen serta menghadirkan inovasi yang membuat masyarakat memiliki alasan untuk terus datang,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.