Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PT SBMA Perluas Investasi ke Kaltara, Bidik Pasar Baru dan Sumber Pendapatan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:07 WIB
Pabrik milik PT SBMA di Balikpapan.
Pabrik milik PT SBMA di Balikpapan.

KALTIMPOST.ID-PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) terus melanjutkan ekspansi bisnis melalui pengembangan investasi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun sumber pendapatan baru sekaligus memperluas jangkauan pasar di luar wilayah operasional yang telah berjalan selama ini.

Direktur Operasional dan Marketing PT SBMA Tbk Frans Budianto Gunawan mengatakan, investasi yang sedang berlangsung diharapkan mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami masih memiliki investasi yang sedang berjalan. Itu akan menjadi tambahan market sekaligus sumber pendapatan baru bagi perusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Patut Ditunggu! Sejumlah Brand Ternama Bakal Dihadirkan di Central Park Borneo Bay Balikpapan yang Launching pada September 

Menurutnya, ekspansi wilayah menjadi salah satu prioritas perusahaan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Dengan membuka pasar baru, perusahaan berharap memiliki sumber pertumbuhan yang lebih beragam sehingga tidak hanya bergantung pada pelanggan di sektor tertentu.

Selain memperluas investasi, perusahaan juga menargetkan penyelesaian program diversifikasi usaha pada tahun ini.

Langkah tersebut berjalan beriringan dengan transformasi digital yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas operasional.

“Kami ingin diversifikasi usaha selesai sesuai target. Bersamaan dengan itu kami juga mengembangkan sistem digital yang terintegrasi sehingga operasional perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya.

Frans menjelaskan, kondisi industri pada awal tahun memang mengalami perlambatan. Aktivitas sektor pertambangan yang menjadi pasar terbesar gas industri sempat menurun sehingga berdampak terhadap permintaan produk perusahaan.

Meski demikian, memasuki kuartal kedua perusahaan mulai melihat perbaikan kondisi pasar. Pelanggan dari sektor pertambangan mulai meningkatkan aktivitas produksinya setelah mampu menyesuaikan biaya operasional dengan perkembangan situasi ekonomi.

“Kami mulai melihat ada bouncing pada kuartal kedua. Pelanggan sudah mulai lebih percaya diri menjalankan aktivitasnya sehingga permintaan mulai bergerak naik dan dapat menutup perlambatan pada kuartal pertama,” ungkapnya.

Baca Juga: Program Pengadaan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa Berdampak pada Pedagang Pasar Klandasan Balikpapan, Penjualan Turun hingga 50 Persen

Ia menilai tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini sebagian besar berasal dari faktor eksternal yang sulit diprediksi, seperti perkembangan geopolitik dan perubahan kebijakan ekonomi global. Karena itu, perusahaan memilih memusatkan perhatian pada aspek internal yang dapat dikendalikan.

“Yang bisa kami lakukan adalah membenahi sisi internal perusahaan. Kami harus mampu mengikuti perkembangan regulasi pemerintah dan terus meningkatkan daya saing agar tetap bisa bertumbuh,” jelas Frans.

Penguatan efisiensi operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga adaptasi terhadap regulasi pemerintah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga daya saing.

Bersamaan dengan ekspansi investasi, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi SBMA di tengah persaingan industri gas nasional.

Frans menambahkan, arah pengembangan bisnis perusahaan ke depan akan lebih menekankan keseimbangan antara ekspansi pasar, investasi jangka panjang, dan peningkatan kualitas operasional.

“Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan meskipun kondisi ekonomi global masih berfluktuasi,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
#SBMA ekspansi bisnis #kalimantan utara #penajam paser utara #pasar baru #Kutai Barat