KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memberikan kelonggaran bagi aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. ASN diperbolehkan datang terlambat ke kantor setelah mengantar anak ke sekolah.
Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang mulai diterapkan di Balikpapan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan seluruh sekolah telah diminta menyampaikan imbauan kepada orang tua agar ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Baca Juga: Kideco Buka Peluang Kerja untuk Anak Muda Paser, 50 Peserta Ikut Vokasinergy 2026
"Pada hari pertama belajar sekarang ada tambahan, yaitu Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Kami mengimbau seluruh orang tua siswa agar pada hari pertama masuk sekolah, ayah yang mengantarkan anaknya," ujar Irfan, Kamis (9/7).
Menurutnya, imbauan tersebut telah diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan yang diteruskan kepada seluruh kepala sekolah untuk disosialisasikan kepada orang tua siswa.
"Edaran dari Pak Wali sudah kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah untuk diteruskan kepada orang tua, sehingga ayah dapat mengantar anaknya ke sekolah," katanya.
Irfan menegaskan, Wali Kota Balikpapan juga memberikan dispensasi khusus kepada ASN yang berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Para ASN laki-laki diperbolehkan datang terlambat ke tempat kerja setelah selesai mengantar anak.
"Khusus untuk ASN, Pak Wali memberikan pelonggaran. Bapak-bapak boleh mengantar anak ke sekolah dan diperbolehkan terlambat masuk kantor," jelasnya.
Pemkot Balikpapan berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan sejak hari pertama sekolah. Kehadiran ayah dinilai mampu memberikan dukungan psikologis, mempererat hubungan keluarga, sekaligus membangun semangat anak untuk memulai tahun ajaran baru dengan rasa percaya diri.
Program GAMAS juga diharapkan menjadi budaya positif yang mendorong kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Editor : Thomas Priyandoko