KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan hanyut setelah terseret arus saat berenang di Pantai Kemala, Balikpapan, Sabtu (11/7) sekitar pukul 09.30 Wita. Hingga Sabtu siang, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan, sementara keluarga menunggu di lokasi dengan penuh harap.
Dalam peristiwa tersebut, empat anak diketahui berenang bersama. Tiga di antaranya berhasil diselamatkan oleh personel Sabhara yang sedang bertugas di sekitar pantai.
Nurfanan, ibu dari salah seorang anak yang selamat, mengaku awalnya hanya mengajak anaknya ke Pantai Kemala untuk merendam kaki yang terluka menggunakan air laut. Namun, tiga teman anaknya kemudian ikut bergabung setelah menghubunginya pada pagi hari.
Baca Juga: Persebaya Rekrut Gledson Paixao, Eks PSM Makassar Siap Perkuat Lini Tengah
"Awalnya mereka enggak jadi ikut. Tahu-tahu pagi sekitar jam 07.30 mereka WA dan video call, akhirnya jadi ikut. Padahal malam sebelumnya katanya belum diizinkan orang tuanya," ujarnya.
Keempat anak tersebut merupakan warga Gunung Sari Ilir, Balikpapan. Mereka saling berteman dan bersekolah di SDN 003 Balikpapan Tengah.
Nurfanan mengaku sudah beberapa kali memperingatkan anak-anak agar tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
"Saya sudah panggil, 'Pinggir, pinggir!' Tapi dua anak ini enggak menggubris. Akhirnya saya langsung masuk laut buat nolong," katanya.
Baca Juga: TMMD Ke-129 Digelar di Desa Biu Paser, Kodim 0904 Siapkan Program Pembangunan dan Sosial
Saat berusaha menolong, Nurfanan meminta bantuan kepada personel kepolisian yang berada di lokasi. Polisi kemudian datang membawa pelampung dan melanjutkan proses penyelamatan.
"Polisi datang bawa pelampung. Saya disuruh ke pinggir, jadi yang menolong selanjutnya polisi," tuturnya.
Setelah tiba di darat, Nurfanan baru menyadari satu anak yang sebelumnya terlihat berada di tengah laut belum berhasil dievakuasi.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak dan tidak berenang saat kondisi ombak maupun arus laut berpotensi membahayakan.
Editor : Thomas Priyandoko