KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Balikpapan saat ini berada di angka 5,84 persen, atau setara dengan 22.351 orang.
Meski angkanya masih cukup tinggi, jumlah itu mengalami penurunan sebesar 0,38 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sementara di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Balikpapan menyentuh angka 66,52 persen.
“Jumlah angkatan kerja setiap tahun pasti bertambah karena faktor pertumbuhan penduduk baik dari tingkat kelulusan sekolah maupun kedatangan penduduk pendatang," ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Adamin Siregar.
Sedangkan untuk tingkat kesempatan kerja di Balikpapan sendiri berada di angka 94,16 persen. Berdasarkan data terbaru dari Disnaker Balikpapan, total pencari kerja (pencaker) aktif saat ini mencapai 5.991 orang.
“Sementara jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai 4.762 formasi,” tuturnya. Secara teori, kuota lowongan yang tersedia mampu memenuhi hingga 80 persen dari total pencaker.
Namun, pada realitasnya, penyerapan tenaga kerja lokal masih sangat minim. “Tercatat hanya 2.213 lowongan atau sekitar 37 persen yang berhasil terisi,” sebutnya.
Adamin membeberkan beberapa alasan kenapa lowongan tidak terserap maksimal. Pertama, ada kecenderugan lowongan tidak diminati karena sebagian besar posisi sales hingga perbankan.
“Kemudian tidak memenuhi persyaratan dari sisi latar belakang pendidikan,” ucapnya. Alasan lainnya karena beberapa lowongan bisa diisi yang memiliki pengalaman kerja atau sertifikasi.
Khususnya berlaku bagi posisi-posisi tertentu. “Contoh untuk sarjana kesehatan, ketika lulus mereka tidak bisa langsung kerja karena masih harus mengikuti pelatihan,” tuturnya.
Fenomena itu menjadi tantangan besar bagi Disnaker Balikpapan untuk mendorong pencaker lokal mampu memenuhi kriteria pasar kerja. Sebagai langkah konkret, pihaknya rutin menggelar berbagai program pelatihan kerja guna mendongkrak keahlian (skill) pencaker.
Strategi itu terbukti efektif menekan angka pengangguran di Balikpapan. “Rata-rata 90 persen dari mereka yang telah mendapatkan pelatihan langsung terserap dunia kerja,” tambahnya.
Selain pelatihan, Disnaker juga gencar menjalin kolaborasi lewat programr pemagangan langsung di perusahaan. Pada tahun lalu, Disnaker sukses bekerja sama dengan 10 perusahaan lokal.
Baca Juga: Sawit Berkelanjutan Jadi Fokus, GAPKI Kaltim Siapkan Penghargaan Khusus
Hasilnya, sebagian besar peserta magang kini telah diangkat menjadi karyawan dan sekaligus berhasil mengurangi angka pengangguran di Balikpapan. (*)
Editor : Dwi Restu A