KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sebanyak 191 siswa angkatan pertama SMA Taruna Nusantara tiba di Balikpapan langsung menuju Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka mulai menempati kampus baru di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kehadiran mereka menandai dimulainya kegiatan pendidikan di sekolah yang diproyeksikan mencetak calon pemimpin Indonesia masa depan.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, menjelaskan total siswa angkatan pertama yang diterima berjumlah 237 orang. Namun, 46 siswa belum dapat bergabung karena masih mengikuti perlombaan di Magelang.
“Angkatan pertama mampu menjadi pelopor budaya sekolah sekaligus memberi contoh bagi peserta didik yang akan bergabung pada tahun berikutnya,” ungkap Rudi. Termasuk siswa kelas X yang dijadwalkan mulai belajar di Kampus IKN pada Oktober mendatang.
Baca Juga: Brimob Polda Kaltim Patroli Obvitnas, SPPG Stal Kuda Balikpapan Jadi Perhatian
Menurutnya, SMA Taruna Nusantara Kampus IKN memiliki misi menyiapkan generasi muda yang kelak mampu memimpin Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Mereka harus mampu mengemban amanah itu. Kami berharap mereka menjadi generasi yang cerdas dan kelak membawa bangsa ini semakin maju,” ujarnya.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyambut kedatangan para siswa sebagai tonggak penting perkembangan sektor pendidikan di ibu kota baru.
Ia menilai para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga berkesempatan belajar langsung mengenai konsep pembangunan IKN sebagai Forest City, Smart City, dan Sponge City.
Baca Juga: Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Ditresnarkoba Polda Kaltim Gandeng SMA IPEKA Balikpapan
Bagi para siswa, menjadi penghuni pertama kampus baru memberikan pengalaman tersendiri. Salah seorang siswa, Indah Arya Dwi Putri, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari sejarah berdirinya SMA Taruna Nusantara di IKN.
“Saya senang sekali bisa menjadi angkatan pertama. Gedungnya bagus dan ini menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” tutur Indah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo