Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di Balikpapan: ASN Libur Apel, Wawali Ingatkan Stop Bullying

Dina Angelina • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:44 WIB
GAMAS: Suasana hari pertama sekolah di SD 003 Balikpapan Kota, Pemkot Balikpapan gencar menggalakkan program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, untuk memperkuat kedekatan emosional dan karakter anak sejak dini. (ANGGI PRADHITA/KP)
GAMAS: Suasana hari pertama sekolah di SD 003 Balikpapan Kota, Pemkot Balikpapan gencar menggalakkan program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, untuk memperkuat kedekatan emosional dan karakter anak sejak dini. (ANGGI PRADHITA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggalakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Langkah itu diambil untuk menggeser stigma bahwa urusan pendidikan anak hanya didominasi peran ibu.

​Melalui GAMAS, pemerintah berharap para ayah dapat memberikan perhatian dan semangat langsung kepada anak-anak mereka di awal masa persekolahan. Kehadiran figur ayah di hari pertama sekolah diyakini mampu membuat anak merasa lebih bahagia dan didukung penuh.

Baca Juga: Catatan Rusdiansyah Aras: Menaruh Harapan Tiga Besar di Pundak Ketua Baru

​Dukungan emosional yang seimbang dari kedua orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) anak di sekolah. ​“Bimbingan ayah dan ibu akan memperkuat emosional dan perkembangan karakter dari anak,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.

Momentum GAMAS terasa sangat krusial, terutama bagi para siswa baru yang resmi memasuki bangku kelas I Sekolah Dasar (SD).

​Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ini, Pemerintah Kota Balikpapan bahkan meniadakan apel pagi pada Senin (13/7). Kebijakan itu memberikan kelonggaran waktu bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masuk kerja.

​“Kami memberi ruang bagi orang tua, termasuk ASN mendapat kesempatan mengantar anak sekolah,” sebut Bagus.

Baca Juga: Timwas SPMB Samarinda Verifikasi 36 Aduan, Tak Temukan Praktik Titip-Murid

Di samping mendorong peran ayah, Bagus Susetyo juga memberikan pesan penguat bagi para ibu yang berstatus single parent. Dia meminta agar ibu single parent tidak berkecil hati dan tetap menjaga semangat.

​Menurutnya, anak-anak justru harus bangga karena memiliki ibu hebat yang mampu membesarkan dan menghidupi mereka secara mandiri. ​“Saya yakin ibu menjadi tempat terbaik bagi anak,” tuturnya.

​Wawali berharap, dengan adanya variasi latar belakang keluarga, tidak ada perubahan emosional maupun karakter negatif pada anak. Dia juga mewanti-wanti agar lingkungan sekolah bebas dari tindakan perundungan.

Baca Juga: Mbappe Dibayangi Kutukan Yamal, Prancis vs Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026

​“Kemudian teman-temannya juga jangan ada yang bullying atau perundungan,” tegasnya. Terkait potensi perundungan tersebut, Bagus menekankan bahwa hal ini merupakan bagian dari tugas penting para pendidik di sekolah. 

Guru harus selalu berlaku adil dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa tanpa membeda-bedakan. Bagus berpesan kepada seluruh orang tua di Balikpapan agar selalu membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan anak.

​“Tanyakan apa saja kegiatan di sekolah. Seandainya anak punya kendala atau masalah, orang tua bisa menjadi tempat curahan hati,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Minta PLN Beri Kompensasi Warga Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir

​Dengan komunikasi yang intens, baik ayah maupun ibu dapat memberikan perhatian langsung yang dibutuhkan demi tumbuh kembang anak yang optimal. (*)

Editor : Dwi Restu A
GAMAS stop bullying balikpapan