KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Program uji coba pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara digital yang berjalan selama satu bulan terakhir membawa dampak positif di Balikpapan. Layanan ini sukses mendongkrak angka aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara signifikan.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan yang bersinergi dengan Dinas Sosial (Dinsos) mencatat lonjakan partisipasi masyarakat yang cukup tajam.
"Alhamdulillah, adanya pendaftaran Perlinsos secara digital membuat aktivasi IKD terus bergerak naik. Saat ini, aktivasi IKD di Balikpapan sudah mencapai 15 persen atau menyentuh angka sekitar 80.000 jiwa," ujar Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, Selasa (14/7).
Sebelum program digitalisasi Perlinsos, persentase aktivasi IKD di Balikpapan tergolong masih rendah, yakni hanya berkisar di angka 8 persen. Namun, kewajiban penggunaan IKD untuk mengakses sistem Perlinsos digital membuat warga berbondong-bondong melakukan aktivasi.
Tirta Dewi menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran Perlinsos kini terintegrasi secara digital. Masyarakat dapat mengaksesnya langsung melalui situs resmi pemerintah.
"Semua pendaftaran melalui situs perlinsos.kemensos.go.id wajib menggunakan IKD," terangnya. Menurutnya, akses ke sistem Perlinsos digital ini sangat praktis. Warga Kota Balikpapan hanya perlu menyiapkan dua persyaratan utama:
Akun Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang sudah aktif dan Nomor ID pelanggan PLN (listrik). "Melalui sistem ini, setiap orang bisa mengetahui secara langsung dan transparan apakah mereka layak atau tidak untuk menjadi penerima bantuan sosial (bansos)," tambah Tirta.
Penerapan sistem digital ini sejatinya bertujuan untuk menguji keandalan aplikasi dalam menyortir data pendaftar. Dengan seleksi otomatis berbasis sistem, bantuan perlindungan sosial diharapkan bisa jauh lebih tepat sasaran kepada penduduk yang benar-benar berhak.
Pemerintah pusat sendiri menetapkan target yang cukup tinggi untuk wilayah Balikpapan. "Target dari pemerintah pusat untuk digitalisasi Perlinsos minimal 70 persen, atau sekitar 187.000 Kepala Keluarga (KK) dari total 268.052 KK yang ada di Balikpapan," paparnya.
Disdukcapil Balikpapan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera berpartisipasi menyukseskan program ini. Pendaftaran Perlinsos digital tidak hanya dibatasi bagi masyarakat penerima bantuan yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 saja.
"Semua warga bisa mendaftar, baik secara mandiri maupun melalui agen bantuan," tegas Tirta. Langkah ini sekaligus membantu pemerintah menguji kekuatan dan kestabilan server aplikasi Perlinsos digital.
Bagi warga Balikpapan yang belum melakukan aktivasi IKD maupun mendaftar Perlinsos digital, diimbau untuk segera mengurusnya. Apalagi caranya sangat mudah.
Warga cukup datang ke kantor kelurahan. “Petugas di kelurahan siap memandu dan membantu proses aktivasi IKD hingga pendaftaran Perlinsos digital sampai selesai," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo