KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) melambat menjadi 2,99 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026.
Di balik perlambatan tersebut, Bank Indonesia (BI) justru melihatnya sebagai momentum penting untuk mempercepat transformasi ekonomi agar tak lagi bergantung pada sektor batu bara.
“Hal ini menunjukkan adanya fase adaptasi ekonomi wilayah terhadap fluktuasi pada sektor sumber daya alam, terutama komoditas batu bara.
Baca Juga: Kaltim Masuk 10 Besar Investasi Nasional, PMDN Peringkat 6 dan PMA Posisi 15
Fenomena tersebut sekaligus menegaskan urgensi percepatan transformasi ekonomi di Kaltim guna menciptakan struktur yang lebih variatif, memiliki nilai tambah tinggi, serta berkelanjutan," beber Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Menurutnya, moderasi pertumbuhan terjadi di tengah penyesuaian produksi batu bara nasional melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, ditambah dinamika harga serta permintaan komoditas global.
Sebagai daerah yang masih ditopang sektor pertambangan, Kaltim memang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan siklus komoditas. Namun, kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat sektor-sektor ekonomi baru.
"Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mempercepat penguatan sektor-sektor ekonomi baru yang telah mulai berkembang, antara lain industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi, logistik, dan jasa," katanya.
Baca Juga: Modal Infrastruktur dan Letak Strategis, Balikpapan Siap jadi Tuan Rumah Porprov Kaltim IX/2030
Arah transformasi ekonomi Kaltim sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai proyek strategis menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Di antaranya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, hingga pengembangan Kawasan Industri Bontang.
Menurut dia, ketiga proyek tersebut berpotensi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan nilai tambah di dalam daerah.
"Ke depan, prospek ekonomi Kaltim akan sangat dipengaruhi oleh kecepatan realisasi berbagai agenda transformasi tersebut," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo