BALIKPAPAN- Dari aktivitas yang awalnya hanya untuk bermain dan bersenang-senang, puluhan anak kini mulai serius menekuni push bike, olahraga yang melatih keseimbangan dan keberanian.
Pelatih push bike Balikpapan, Safarudin, mengatakan kehadiran olahraga ini bermula dari melihat banyak anak yang memiliki minat terhadap sepeda, namun belum memiliki wadah khusus untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Awalnya anak-anak suka bermain sepeda. Kebetulan ada pelatih senior yang menyampaikan kalau di Balikpapan belum ada push bike. Dari situ kemudian dibuatlah komunitas push bike Balikpapan,” ujar Safarudin.
Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat terhadap olahraga ini terus bertambah. Saat ini, Push Bike Balikpapan telah memiliki sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Minyak.
Peserta yang mengikuti latihan didominasi anak usia dini hingga sekolah dasar, mulai dari usia sekitar tiga tahun hingga 11 tahun. Menurut Safarudin, usia tersebut menjadi masa yang tepat untuk mengenalkan olahraga karena anak-anak masih mudah mengembangkan kemampuan motorik.
“Push bike ini melatih psikomotorik anak. Mereka belajar keseimbangan, konsentrasi, keberanian, dan bagaimana mengendalikan sepeda sejak usia dini,” jelasnya.
Tidak sekadar bermain, para peserta juga mulai diarahkan untuk mengikuti berbagai kompetisi. Beberapa atlet muda binaan Push Bike Balikpapan bahkan sudah pernah tampil di luar daerah seperti di Pulau Jawa dan Kalimantan Selatan.
Safarudin menyebut, perkembangan atlet muda tidak lepas dari dukungan orang tua. Banyak wali rider yang mendampingi anak mengikuti latihan hingga membawa mereka mengikuti pertandingan di luar daerah untuk menambah pengalaman.
“Kalau orang tua mendukung dan memiliki kesempatan, biasanya anak-anak dibawa bertanding ke luar daerah. Dari situ mereka mendapatkan pengalaman dan mental bertanding,” katanya.
Dalam pembinaan, Safarudin menilai tantangan terbesar adalah menghadapi karakter anak-anak yang berbeda-beda. Sebagai pelatih, pendekatan dan kesabaran menjadi hal utama agar anak merasa nyaman saat latihan.
“Melatih anak kecil membutuhkan kesabaran. Kita harus bisa membangun kedekatan dengan mereka. Ada anak yang awalnya takut, jadi harus pelan-pelan membuat mereka percaya diri,” ungkapnya.
Saat ini latihan rutin digelar setiap Selasa di Basement Living Plaza dan Jumat di kawasan Islamic Center Balikpapan. Selain latihan rutin, komunitas juga menggelar latihan bersama untuk meningkatkan kemampuan peserta.
Dalam waktu dekat, atlet push bike Balikpapan akan kembali mengikuti sejumlah ajang, di antaranya pertandingan di Samarinda pada 25 Juli dan lomba di BSCC Dome pada 30 Juli.
Safarudin berharap olahraga push bike semakin dikenal dan menjadi salah satu jalur pembinaan atlet muda di Balikpapan.
“Harapannya semakin banyak anak yang ikut olahraga ini. Dari hobi bermain sepeda, mudah-mudahan bisa berkembang menjadi prestasi dan melahirkan atlet-atlet muda Balikpapan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani