BALIKPAPAN – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus mendorong peningkatan jumlah pendaftar beasiswa. Hingga seleksi Beasiswa LPDP Tahap I 2026, tingkat keterisian peserta baru mencapai sekitar 72 persen sehingga target yang ditetapkan masih belum terpenuhi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan LPDP menggelar Sosialisasi Beasiswa Tahap II di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, untuk menjaring lebih banyak calon penerima beasiswa.
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono, mengatakan capaian pada tahap pertama masih berada di bawah target yang diharapkan.
"Memang, sampai dengan tahap satu kemarin masih sekitar 72 persen. Tetapi itu kan target jangka menengah dan harapannya tahun depan sudah bisa mendapatkan target yang diharapkan," ujarnya.
Menurut Albertus, LPDP juga memberikan sejumlah kemudahan bagi calon pendaftar, salah satunya terkait persyaratan sertifikat kemampuan bahasa asing.
Baca Juga: Satu-satunya Kampus STEM di Kalimantan, Rektor ITK Dorong Civitas Akademik Manfaatkan Beasiswa LPDP
Kebijakan tersebut diambil setelah LPDP melihat masih banyak peserta, terutama dari daerah, yang kesulitan mengakses lembaga penyelenggara tes bahasa.
"Karena tidak semuanya berada di kota besar. Banyak juga golongan yang masuk dalam komponen afirmasi yang perlu mendapatkan fasilitas. Salah satunya melalui kemudahan memperoleh sertifikasi bahasa," katanya.
Ia menjelaskan, sertifikat bahasa tidak harus diperoleh melalui lembaga besar yang selama ini dikenal masyarakat. Peserta juga dapat mengikuti tes di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama sehingga aksesnya menjadi lebih mudah.
Terkait target penerima beasiswa, Albertus mengatakan LPDP tidak menetapkan jumlah kelulusan secara pasti karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jumlah pendaftar hingga hasil seleksi.
Namun, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, jumlah pelamar cenderung fluktuatif.
"Terutama setelah pandemi, rata-rata memang berada di angka sekitar 4.000 sampai 5.000 pendaftar. Jadi memang datanya naik turun," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan