KALTIMPOST.ID-Tren bersepeda yang semakin diminati kalangan muda di Balikpapan tak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru.
Fenomena itu dimanfaatkan Febri Adianor dengan mendirikan usaha penyewaan sepeda Rentbike, yang kini berkembang menjadi salah satu penyedia jasa rental sepeda dengan puluhan armada di Kota Minyak.
Usaha tersebut berawal dari pengamatan sederhana. Febri melihat semakin banyak anak muda menghabiskan waktu sore dengan bersepeda di kawasan Pantai Melawai hingga Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka.
Di sisi lain, tidak semua orang memiliki sepeda sendiri untuk menikmati aktivitas tersebut.
“Awalnya iseng melihat banyak anak muda gowes di Pantai Melawai dan kawasan CFD. Dari situ saya berpikir menyediakan rental sepeda bagi teman-teman yang ingin bersepeda, tetapi belum punya sepeda,” ujarnya.
Melihat peluang tersebut, Febri memulai usahanya pada Mei 2026 dengan hanya dua unit sepeda.
Alih-alih langsung berinvestasi besar, ia memilih menguji minat pasar terlebih dahulu. Respons masyarakat ternyata melampaui ekspektasi sehingga usaha yang dirintis secara sederhana itu terus berkembang.
Kini Rentbike telah memiliki sekitar 26 unit sepeda dengan berbagai tipe, mulai mountain bike (MTB), sepeda lipat, hingga sepeda bergaya klasik atau kalcer yang banyak diminati pasangan. Dari seluruh armada yang tersedia, MTB menjadi jenis yang paling sering disewa.
“Kontur jalan di Balikpapan cukup banyak tanjakan, sehingga MTB paling banyak diminati karena lebih nyaman digunakan,” jelasnya.
Selain variasi armada, tarif sewa yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Rentbike mematok harga mulai Rp 30 ribu per jam untuk seluruh jenis sepeda.
Penyewa juga dapat memilih paket dua jam seharga Rp 50 ribu atau paket harian berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.
Harga tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas pendukung, seperti helm, kacamata, air mineral, tas sepeda, goncengan anak, hingga aksesori lainnya tanpa biaya tambahan.
Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas bersepeda turut didukung keberadaan ruang publik di Balikpapan yang semakin ramai dimanfaatkan untuk berolahraga.
Kawasan pesisir seperti Pantai Melawai hingga Lapangan Merdeka menjadi rute favorit warga untuk menikmati suasana kota sekaligus berolahraga.
Kejelian membaca tren tersebut membuat usaha yang berawal dari sekadar iseng kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah.
Bagi Febri, peluang bisnis tidak selalu lahir dari modal besar, tetapi dari kemampuan melihat perubahan gaya hidup masyarakat dan menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. (rd)
Editor : Romdani.