KALTIMPOST.ID-Tren bersepeda yang berkembang di kalangan Generasi Z (Gen Z) di Balikpapan tak lagi sekadar menjadi aktivitas olahraga.
Gowes kini menjelma sebagai bagian dari gaya hidup, ruang bersosialisasi, hingga sarana menciptakan konten digital yang estetik.
Perubahan tren tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha penyewaan sepeda di Kota Minyak.
Fenomena itu dirasakan pemilik usaha Rentbike Balikpapan, Febri Adianor. Ia menyebut sekitar 70 persen penyewa di tempat usahanya saat ini berasal dari kalangan anak muda berusia 17 hingga 25 tahun.
Baca Juga: Konsistensi 4 Tahun PT Cotrans Asia Hijaukan Pesisir Paser lewat Program CAMP
Lonjakan permintaan bahkan mulai terlihat sejak dua pekan pertama usaha tersebut beroperasi, seiring maraknya kegiatan komunitas gowes dan tren konten bersepeda di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
“Sekarang sekitar 70 persen penyewa kami anak muda usia 17 sampai 25 tahun. Banyak yang datang beramai-ramai untuk bersepeda sekaligus membuat foto dan video. Sepeda sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” ujarnya.
Menurut Febri, sebagian besar penyewa tidak hanya mencari aktivitas olahraga, tetapi juga pengalaman yang dapat dibagikan di media sosial.
Rute-rute favorit seperti Pantai Melawai hingga kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka menjadi lokasi pilihan karena menawarkan pemandangan yang menarik sekaligus mendukung aktivitas bersepeda.
Bagi kalangan Gen Z, tren gowes menghadirkan berbagai manfaat dalam satu aktivitas. Selain menjaga kebugaran, bersepeda menjadi sarana berkumpul bersama teman maupun komunitas, sekaligus menghasilkan konten visual yang menarik untuk diunggah ke media sosial.
Salah seorang penyewa Rentbike, Irfan, mengaku tertarik mengikuti tren tersebut karena mampu memadukan olahraga dan hiburan.
Menurutnya, bersepeda menjadi pilihan menghabiskan waktu sore yang menyenangkan bersama teman-teman dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Seru karena selain mengikuti tren, bersepeda juga menyehatkan. Sekalian bisa membuat foto dan video untuk media sosial. Harganya juga masih cukup murah,” katanya.
Febri justru melihat kebiasaan penyewa membagikan pengalaman bersepeda sebagai keuntungan bagi usahanya.
Setiap unggahan yang menandai akun media sosial Rentbike menjadi promosi tanpa biaya yang efektif menjangkau calon pelanggan baru.
Ia berharap tren bersepeda terus berkembang di Balikpapan. Selain mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, meningkatnya minat gowes juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha baru di sektor rekreasi serta olahraga. (rd)
Editor : Romdani.