Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsistensi 4 Tahun PT Cotrans Asia Hijaukan Pesisir Paser lewat Program CAMP

M
Penulis: Muhammad Najib❯
PT CTA kembali melaksanakan program CAMP 2026 dengan penanaman 7.000 bibit mangrove di Desa Muara Adang Kecamatan Long Ikis, Senin (20/7). (FOTO NAJIB/KP)
PT CTA kembali melaksanakan program CAMP 2026 dengan penanaman 7.000 bibit mangrove di Desa Muara Adang Kecamatan Long Ikis, Senin (20/7). (FOTO NAJIB/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID-Program unggulan pelestarian lingkungan, Cotrans Asia Mangrove Program (CAMP) yang diinisiasi oleh PT Cotrans Asia (CTA), terus menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Terutama pada poin penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem lautan, serta melestarikan ekosistem daratan.

Program rehabilitasi ini terbukti berjalan secara konsisten selama empat tahun berturut-turut sejak diluncurkan pada tahun 2023 hingga tahun 2026 saat ini.

Advertisement

Direktur Utama PT Cotrans Asia Surya Aribowo menegaskan CAMP merupakan program strategis perusahaan dalam mengintegrasikan operasional industri dengan keberlanjutan lingkungan. Sejak awal pelaksanaannya.

“Program ini melibatkan proses pemantauan dan evaluasi yang ketat guna memastikan efektivitas pemulihan ekosistem di kawasan pesisir Kabupaten Paser,” terang Surya Aribowo, Senin (20/7).

Advertisement

Ketua CAMP Ahmad Afandi memaparkan secara rinci dinamika pertumbuhan dan rekam jejak program ini. Pada 2023, CAMP diawali dengan penanaman 2.500 bibit mangrove di Desa Harapan Baru.

Tahap awal itu mencatatkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 77,8 persen yang kemudian menjadi fondasi kokoh untuk keberlanjutan program pada tahun-tahun berikutnya.

Ekspansi program berlanjut tahun 2024 dengan menyasar Desa Muara Adang. Pada periode ini, dilakukan penanaman sebanyak 10.860 bibit secara bertahap, yakni 9.000 bibit pada bulan Juli dan disusul 1.860 bibit pada bulan Agustus.

“Kondisi alam yang ekstrem menyajikan tantangan berat. Faktor gelombang pasang, karakteristik lokasi tanam, serta kendala teknis di lapangan sempat menekan tingkat keberhasilan awal hingga menyentuh angka 9,36 persen,” ujar Ahmad.

Meski hasil pada tahun 2024 sempat berada di bawah batas standar keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75 persen, manajemen tidak menyurutkan langkahnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setiap Hari Berau Hasilkan 150 Ton Sampah, Wabup Gamalis Khawatir TPA Bujangga Tak Mampu Menampung

Setiap Hari Berau Hasilkan 150 Ton Sampah, Wabup Gamalis Khawatir TPA Bujangga Tak Mampu Menampung

Produksi sampah Berau mencapai 150 ton per hari. Wabup Gamalis soroti ancaman kelebihan kapasitas TPA Bujangga dan keterbatasan TPS3R.

Rempah Pelaut di Tepian Sungai Segah Berau, Usaha Minuman Tradisional dari Resep Warisan Keluarga

Rempah Pelaut di Tepian Sungai Segah Berau, Usaha Minuman Tradisional dari Resep Warisan Keluarga

Hegar merintis Rempah Pelaut di Berau, mengolah resep warisan keluarga menjadi usaha minuman tradisional dengan harga mulai Rp 15 ribu.

Bukit Soeharto Terbakar, Ketika Paru-Paru Kaltim Kian Terancam

Bukit Soeharto Terbakar, Ketika Paru-Paru Kaltim Kian Terancam

Harga tiket pesawat Nataru 2026/2027 berpotensi turun hingga 12 persen. Bandara Kalimarau Berau menyambut positif stimulus pemerintah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer