KALTIMPOST.ID-Tren aktivitas luar ruang pada akhir pekan membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro di Balikpapan.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda membuat bisnis penyewaan sepeda ikut menikmati lonjakan permintaan, terutama saat hari libur.
Kondisi tersebut dirasakan pemilik Rentbike Balikpapan, Febri Ardianor. Ia mengatakan, periode paling ramai terjadi setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 15.00 hingga 18.00 Wita.
Pada waktu tersebut, sebagian besar pelanggan memanfaatkan sore hari untuk bersepeda di kawasan Pantai Melawai hingga Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka.
Baca Juga: Konsistensi 4 Tahun PT Cotrans Asia Hijaukan Pesisir Paser lewat Program CAMP
Selain itu, penyewaan juga tetap berlangsung pada malam hari untuk kebutuhan night ride, baik secara individu maupun bersama komunitas.
“Kalau paling ramai memang saat akhir pekan sore sekitar pukul 15.00 Wita sampai 18.00 Wita. Malam juga ada yang menyewa, biasanya untuk night ride pribadi atau komunitas,” ujar Febri.
Menurutnya, tren penyewaan terus menunjukkan peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Jumlah pelanggan naik sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut dipengaruhi cuaca yang mendukung aktivitas luar ruang serta semakin banyaknya komunitas gowes yang bermunculan di Balikpapan.
Peningkatan jumlah penyewa berdampak langsung terhadap pendapatan usaha. Pada hari biasa, Rentbike melayani sekitar lima hingga 12 penyewa dengan omzet harian berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribu.
Sementara saat akhir pekan, jumlah penyewa dapat meningkat menjadi 20 hingga 30 orang, bergantung kondisi cuaca.
“Kalau hari biasa omzet sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 600 ribu. Saat akhir pekan bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta per hari, jadi hampir tiga kali lipat,” katanya.
Meski prospek bisnis cukup menjanjikan, Febri mengakui pengelolaan usaha rental sepeda memiliki tantangan tersendiri.
Perawatan armada menjadi pekerjaan rutin karena seluruh sepeda digunakan secara bergantian setiap hari. Selain itu, faktor cuaca juga sangat memengaruhi tingkat kunjungan pelanggan.
“Tantangan terbesar ada di perawatan sepeda karena dipakai bergantian sehingga lebih cepat mengalami kerusakan. Kalau hujan juga biasanya penyewaan langsung turun drastis,” ungkapnya.
Febri berharap tren bersepeda terus berkembang di Balikpapan. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus rekreasi luar ruang tidak hanya mendorong terciptanya gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor jasa dan ekonomi kreatif. (rd)
Editor : Romdani.