Perpustakaan Balikpapan Dicintai Pengunjung Perempuan, Disputakar Beberkan Alasan dan Program Baru

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:46 WIB
SUASANA PERPUSTAKAAN: Pengunjung didominasi perempuan dan anak-anak saat membaca di Perpustakaan Umum Disputakar Kota Balikpapan. Data Disputakar mencatat tren pemustaka perempuan mencapai 59 persen serta total kunjungan menembus lebih dari 60 ribu pada Semester I 2026.
SUASANA PERPUSTAKAAN: Pengunjung didominasi perempuan dan anak-anak saat membaca di Perpustakaan Umum Disputakar Kota Balikpapan. Data Disputakar mencatat tren pemustaka perempuan mencapai 59 persen serta total kunjungan menembus lebih dari 60 ribu pada Semester I 2026.

BALIKPAPAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disputakar) Kota Balikpapan mencatat tren menarik dalam statistik kunjungan pemustaka. Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, mayoritas pengunjung perpustakaan didominasi oleh perempuan mencapai 59 persen, sementara pemustaka laki-laki sebesar 41 persen.

​Dominasi pengunjung perempuan ini konsisten terlihat di hampir seluruh kategori profesi. Tren positif tersebut dinilai berkaitan erat dengan peran penting perempuan dalam mendampingi pendidikan dan literasi keluarga.

Plt. Kepala Disputakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, menjelaskan bahwa ibu memegang peran vital sebagai madrasah pertama di lingkungan keluarga. Hal inilah yang mendorong minat perempuan lebih tinggi dalam mencari bahan bacaan, terutama untuk mendampingi anak-anak belajar.

​"Di dalam keluarga, perempuan memang memiliki tugas lebih banyak untuk mendampingi anak-anak dalam literasi. Merekalah yang lebih aktif mencari bahan bacaan, minimal untuk mengajar anak, seperti pengetahuan gizi hingga pencegahan stunting," ujar Neny.

​Melihat potensi tersebut, Disputakar Balikpapan menyiapkan program strategis berupa edukasi literasi berbasis keluarga yang disalurkan melalui Posyandu. Langkah ini diambil karena aktivitas literasi dinilai sangat dekat dengan kebutuhan sekolah dan pengasuhan anak harian.

​Berdasarkan laporan kinerja Semester I tahun 2026, total kunjungan di perpustakaan daerah telah mencapai 60.962 kunjungan. Angka ini merupakan gabungan dari pemustaka yang datang langsung (onsite) serta pengguna layanan digital melalui situs web dan i-library.
​Beberapa poin penting statistik kunjungan perpustakaan meliputi:

​Dominasi Pelajar: Kelompok siswa TK dan SD menjadi audiens terbesar dengan total 14.895 pengunjung onsite.

​Puncak Kunjungan: Bulan April menjadi periode teramai dengan 15.299 kunjungan, diduga karena berdekatan dengan momen ujian sekolah.

​Perpustakaan Keliling: Layanan perpustakaan keliling mencatat 2.719 kunjungan, yang didominasi pelajar TK dan SD pada bulan Januari.

Meski era digital memudahkan masyarakat membaca buku elektronik (e-book), kenyaman perpustakaan fisik masih menjadi magnet kuat bagi warga Balikpapan.

​Nazwa (19), salah seorang pemustaka yang rutin berkunjung bersama dua adiknya, mengapresiasi fasilitas gratis yang disediakan pemerintah kota. Adanya arena bermain anak menjadi alasan tambahan yang membuat adik-adiknya betah berlama-lama di perpustakaan.

​"Kalau membaca di layar digital mata cepat lelah. Membaca buku fisik itu punya feel dan sensasi tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh digital. Ini fasilitas gratis sangat bagus untuk warga belajar," tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Perempuan pengunjung mayoritas Disputakar Kota Balikpapan Neny Dwi Winahyu